iklan test

Rabu, Desember 20, 2006

Memorandum of Understanding

Dari wikipedia.org:

A memorandum of understanding
(MOU) is a legal document describing a bilateral agreement between parties. It expresses a convergence of will between the parties, indicating an intended common line of action, rather than a legal commitment. It is a more formal alternative to a gentlemen's agreement, but generally lacks the binding power of a contract.


Mind the last Sentences: generally lacks the binding power of a contract

Jadi soal MOU Pemerintah dan MS? Batalkan sajalah, kontrak aja bisa di batalkan, apalagi MOU. Dan MOU itu berkesan ditutup-tutupi dan penuh dengan kerahasiaan. Hey! God is watching guys!

Tapi saya heran, kok media yang nulis itu cuma sedikit yah. Mana nih media besar lain? Apa karena sudah tanda tangan MOU Iklan? Padahal ini isunya sensitif, perjanjian ratusan miliar tanpa lewat tender :)

5 komentar:

Priyadi mengatakan...

kompas bukannya udah ada?

Obyektif mengatakan...

Kenapa sih mesti dibatalkan? Apakah karena KKN? Atau karena Microsoft?

Oh, sebaiknya dibatalkan karena ada solusi lain misalnya dari open source?

Mungkin pemerintah memang tidak mau menggunakan open source untuk saat ini dengan alasan tertentu. Misalnya biaya training? migrasi? hanya contoh saja.

Kalau memang pemerintah memutuskan untuk pakai produk Microsoft, MoU ini tentu membantu (melancarkan? dapat discount besar?).

Apakah sudah ada lembaga/organisasi/perusahaan open source di Indonesia yang mengajukan proposal ke pemerintah untuk menggantikan produk Microsoft dengan open source? Rencana migrasi, pelatihan, biaya, dsb.

Irwin Day mengatakan...

Bacalah yang tersirat :) MOU bernilai ratusan miliar tanpa di ketahui publik dan melalui negosiasi tertutup itu menyalahi banyak aturan dan UU.

IMW mengatakan...

Dari prosedural MoU ini salah, dari isi dan bentuk MoU juga salah (komentar dari ahli hukum, bukan dari saya).

Dari hitungan dana dan pengembangan industri lokal juga salah.

Wah kalo ujian udah dapat berapa nih pak Menteri ?

kenzt mengatakan...

sepintas ini terlihat seperti masalah , dengan microsoft sebagai obyek utamanya. Tapi benar memang bukan itu, ini bukan sekedar masalah tentang Microsft.Ini masalah mengenai:
1. Kebijakan yang berubah-ubah, dari sebelumnya yang memutuskan untuk IGOS yang ditandai dengan terbentuknya tim IGOS dan sudah menghasilkan 'IGOS Nusantara', lalu tiba-tiba, secara tertutup, terjadi penandatanganan MoU antara Pemerintah dan Microsoft senilai ratusan Milyar Rupiah;
2.MoU yang terselubung, tertutup, padahal menyangkut anggaran ratusan Milyar;
3.Pemborosan anggaran, mengingat masih tersedia solusi lain yang jauh-jauh lebih hemat

Saya sepakat dengan Irwin, bahwa media besar, terutama media cetak, sangat kurang membahas mengenai masalah ini. Tanpa kenapa?