Kalau mendengar kata fitnah, maka saya teringat kalimat "Fitnah lebih kejam daripada Pembunuhan". Tapi bagaimana rasanya mendengar sebuah fitnah tentang diri kita? Harus saya akui kalau terjadi 5 tahun yang lalu maka saya akan bereaksi dengan "ganas", mengacungkan kapak perang dan meluncurkan banyak email buat mengatasi fitnah tersebut, kalau perlu sampai yang mem-fitnah hilang dari dunia internet ( bah..sombong kali kau..)
Tapi rupanya pengalaman memiliki pengaruh ke diri kita cukup besar. Ketika saya di kirimkan url blog Khalid yang menceritakan sebuah tuduhan, saya malah tersenyum dan berpikir "wah hebat juga nih, belum jadi menhunkam :D udah di fitnah macam-macam". Saya menyarankan ke Khalid agar nama saya jangan di ***** tapi tuliskan dengan jelas dan di link ke blog saya. Maksudnya jelas, silahkan publik yang menilai sendiri. Toh saya punya blog yang bisa di manfaatkan untuk menjawab segala fitnah dan tuduhan tersebut.
Mudah-mudahan "beliau" membaca tulisan Khalid supaya sadar sudah melakukan fitnah :p