iklan test

Senin, Oktober 30, 2006

Kumpulan Maaf-maafan lewat SMS

Selama beberapa tahun terakhir ini ucapan saling memaafkan kebanyakan lewat SMS. Saya bahkan sudah tidak pernah lagi menerima ucapan Selamat melalui kartu. Niatan untuk meng-arsipkan ucapan-ucapan selamat ini sudah sering terlintas dan baru kali ini saya menyempatkan untuk meng-arsipkan sms-sms yang ada tersebut.

berikut kumpulan sms yang saya terima di Idul Fitri tahun ini:

aslmkm, mohon dibukakan pintu maaf dalam menyambut bulan suci ramadhan & selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan..wass,(Mirdal & Kel)

Marhaban ya Ramadhan
Mohon maaf lahir batin jika ada tutur kata yg selama ini tdk berkenan semoga amal & ibadah puasa kita dilancarkan oleh Sang Khalik..

Didalam bulan puasa nan suci ini harapan saya Allah membuka pintu hati nurani para pejabat negara,pemimpin BUMN agar mbuat regulasi u memakmurkan ekonomi masy bukan mengeluarkan kebijakan2 yg tdk kondusif dan menyadari bahwa gaji yg diterima adalah uang rakyat sehingga harus mengabdi kepada rakyat bukan kepada segelintir golongan semata @Judith MS/AWARI

Tak ada kata seindah zikir. Tak ada bulan seindah Ramadhan. Ijinkan kedua tangan bersimpuh maaf untuk lisan yg tak terjaga, janji yg terabaikan, hati yang slalu berprasangka & sikap yang pernah menyakitkan. Maaf lahir batin. Slamat menunaikan ibadah puasa 1427 H. -0811416xxx

Please forgive me, mistakes,shortcomings as we welcome Ramadhan. May Allah give u strength in ur iman and health. Amiin.. *ninda rahman*

Bila ada langkah membekas lara,bila ada kata merang kai dusta,bila ada tingkah menoreh luka,pada kesem patan ini kami sekeluarga, mohonkan maaf lahir dan bathin.SelamatMelaksanakan IbadahPuasa pada bulan Ra madhan l427 H.Wass KBP Drs H.R.M.KURNIAWAN,SH&Family

Ass, kami sekeluarga mengucapkan "SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1427 H. MOHON MAAF LAHIR BATIN..Semoga ALLAH SWT, melimpahkan rahmat dan resky bagi anda sekeluarga dan semoga sukses selalu beserta anda sekeluarga..Amin...-> adi sekeluarga

Ikhlas memaafkan terasa sangat menyejukkan hati, terlebih dalam nuansa silaturahmi di hari nan Fitri, seandainya tidak terwujud maksud hati mengunjungi, sudilah menerima SMS kami: Riad & Kelg. tuk mewakili mengucapkan 'Minal Aidin Walfaidzin: Mohon Maaf Lahir & Batin'

Kami dan keluarga mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1427.H minal aidzin wal faizin .Mohon maaf lahir dan batin.( MAHARANI&KEL)

Taqobbalallahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf segala kesalahan. Semoga amal ibadah kita diterima & jadi orang yang taqwa (didien & dina)

Dihari Fitri ini sy mohon keikhlasan dimaafkan smua salah apapun yg pernah sy perbuat.Minal aidin walfaidzin.Salam hangat untk sluruh keluarga *Ninda Rahman AT*

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.Mengucapkan Selamat Merayakan Iedul Fitri 1427H. Mohon maaf lahir & batin. Fredyan & Kel.

Arman Satary sekeluarga mengucapkan selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga 4JJI Swt. menerima amal ibadah kita dan memberkahi kita semua. Amin

Selamat Idul Fitri 1423 h dan Selamat Idul Fitri 1423 h. Semoga Allah swt. mengampuni kita semua. Yamin.

Andai jemari tak kuasa berjabat,setidaknya kata msh dpt terungkap.Dgn sgl kerendahan hati,tulus hati memohon maaf SELAMAT IDUL FITRI 1427 H MAAF LAHIR& BATHIN. 081354019xxx

Kami seklrg mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbalallahu Ya Karim. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427H. Mohon Maaf Lahir Bathin. : Edu & Kel

Taqoballallahu minawaminkum, taqobalallallahu ya kariim. Selamat Idul Fitri 1427 H, Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir Batin (Keluarga Moh. Mirdal)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H, mohon maaf lahir & bathin, Minal Aidin Walfaidzin (Rastom & Anny)

Mia mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Mohon maaf lahir batin. Selamat hari raya iedul fitri
Unduk

Gema takbir membahana di angkasa. Membawa syahdu keagungan-Nya. Hidup tak berarti tnpa Keridhaan-Nya. Minal Aidin wal Faidzin. Mhn maaf lahir dan batin.(Khalid)

Ass... Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H. Saya mohon maaf lahir & bathin. (Ivan Maswi).

Mat idul fitri bung,mohon maaf lahir& bathin. Sam

Andai jemari tak kuasa berjabat,setidaknya kata msh dpt terungkap.Dgn sgl kerendahan hati,tulus hati memohon maaf SELAMAT IDUL FITRI 1427 H MAAF LAHIR& BATHIN.

mau lebaran versi pemerintah ke' atau versi muhammadiyah tetep aje utk merayakan kemenangan & kembali ke fitra. tetep aje utk bermaaf2an. minal aidin wal fa idzin. maafkan lahir bathin. ¤dedy djabir¤

Minal Aidin Wal faidzin.. Mohon maaf lahir dan batin. Mohon dimaafkan kl selama ini sy banyak salah.. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H. (Andre)

Alaika salam.Kami mengucapkan slmt idul fitri,mohon maaf lahir dan batin.Semoga kita tmsk umat yg selalu diridhoi Allah & mendpt syafa'at Rasulullah (Fajar&kel)

Gema Takbir Berkumandang, Pintu Hati Terbuka, Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Bathin - ^^ Elly & Anjas ^^

Maap, bukanx saya lancang. Maap, bukan pula saya ikut2an. Tapi maap, saya mau bener2 minta maap.
"Minal Aidin Wal Faidzin - Maafkan Lahir dan Bathin"


Mudah-mudahan kita mendapatkan ampunan, rahmat dan kekuatan dari Allah swt. Amiin. Selamat hari raya idul fitri. Mohon maaf lahir dan batin. (Haitan&kel)

Sruan Takbir m'iringi brlalux bln pnuh Berkah & Ampunan.Qt pun kmbl Fitri.Tp Dosa & Khilaf hny bs trhps dg Maaf. MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,MÖHON MAAF LAHIR BATIN.

Bila tangan ini tak bisa berjabat, biarlah ketulusan hati yang bertaut. Mohon maaf lahir & bathin. > wisnoe

Friend, Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin, untuk yang disengaja maupun tidak. Isdar, Manda & Allegra.

Di Hari yang Suci ini, dari ketulusan hati yang terdalam, kami sekeluarga mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H". (Julius Aritonang dan Kel.)

Hari Yang Fitrah Tlah Tiba Menerangi HatI Dengan Lentera Taubat Atas Segala Dosa. SELAMAt IDUL FITRI 1427 H. Mohon Maaf Lahir&Bathin! @Dhiyan@

Beralas iklas, beratap doa, hidup ini bersimbah khilaf. Berharap diri dibasuh maaf, Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1427 H
Taqoballahu Minna Waminkum Taqoballahu Yaa Kariim
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon maaf lahir & batin
- Taufiq A. Rachman [mPiQ] -

Dihari Fitri ini sy mohon keikhlasan dimaafkan smua salah apapun yg pernah sy perbuat.Minal aidin walfaidzin.Salam hangat untk sluruh keluarga *Ninda Rahman AT*

Wish u a very pleasant Idul Fitri1427H. Taqaballahu mina wa minkum Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf zahir dan batin (Ilham Sentosa).

Slmt Hr Ry IdulFitri,"mhn maaf lahir&batin, MinalAidin WalFaidzin".Smg amal ibadah yg tlh kt lakukan mendpt ridha, pahala&unan AllahSWT, Wassalam Hoky/Biskom

Ndut, maaf lahir bathin ya.. +447731384xxx

----

Buat Sahabat, Rekan yang telah mengirimkan sms-sms di atas saya mengucapkan Terima Kasih, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga kita bertemu lagi di Ramadhan tahun depan. :)

Kamis, Oktober 05, 2006

12 jam (saja) di Bali

Berangkat Pagi

Saya terakhir ke Bali tahun 2001. Waktu itu saya 'terpaksa' nginap semalam karena tiba dari Bandung siang sementara pesawat ke Makassar adanya jam 7 pagi. Bali sendiri bukan tempat yang asing, karena tahun 1997 hingga akhir 1999 saya bekerja disana :)

Tanggal 2 Okt 06 saya diminta mewakili kantor untuk pertemuan dengan rekanan di Denpasar. Tiket diterima sore dan saya cek ternyata berangkat jam 7 pagi dari Cengkareng dan tiket pulang pada hari yang sama jam 18.40. Doh! cuma 12 jam saja, jadwal padat karena harus cek situasi di lapangan dan meeting. Sebenarnya bukan masalah cuma 12 jam saja, tapi sekarang kan lagi bulan Puasa dan cuaca di Bali sedang panas-panasnya dan pada saat survey lapangan cuma saya yang berpuasa :D

Walaupun singkat, namun saya menyempatkan diri bertemu selama 15 menit dengan sahabat karib saya yang sudah 7 tahun tidak bertemu, yah daripada perjalanan ini isinya urusan kantor semua kan sayang ;)




Pulang Sore

Kamis, September 28, 2006

Sebulan Ngantor

Hari ini pas sebulan sudah berkantor di kawasan Thamrin. Memang enak berkantor di sini, kemana-mana dekat, plaza Indonesia kena lirik tiap hari :)) . Kekantor juga ga sulit, busway sangat membantu ;) yang nggak enak adalah: AC-nya dingin sekali :( aduh mana saya penganut paham AC itu supaya sejuk bukan supaya menggigil. Terasa sekali pas bulan puasa seperti sekarang. Yang menarik perhatian juga adalah: kok banyak kecoak yah, jenisnya kecil kecil nggak kayak kecoak yang dirumah. Waktu jam kantor belum keliatan, pas lagi lembur pada muncul hehehehe.
Tapi menurut isu isu, bakal ga lama di kantor ini, karena jika proyek sudah berjalan kita bakal pindah ke daerah Kelapa Gading, mudahan-mudahan disana ga perlu kedinginan dan ketemu kecoak lagi ;)


dua busway lagi di halte


Sabtu, September 23, 2006

Invitation by AIR ASIA INDONESIA for Warnet AWARI

Melalui Taufik (mpiq.0511_at_gmail_dot_com), AWARI mengumumkan invitation by AirAsia Indonesia for Warnet AWARI di milis, sebagai berikut:
Rekan2 warnetters.....

AIR ASIA sebagai airline yg menggunakan konsep sistem billing online
sehingga menjadikannya sebagai Low Cost Airlines selalu menggunakan
koneksi internet untuk sistem pembelian tiket para penumpangnya.

Sebagai pengalaman, di warnet saya rata2 terjadi transaksi pembelian
tiket AIR ASIA (data print web booking ticket) dalam sebulan sekitar
10 kali. Dengan adanya kerjasama ini kemungkinan besar akan terjadi
peningkatan lagi karena penumpang dapat membeli tiket murah TANPA
KARTU KREDIT (tidak seperti yg dilakukan pada ticketing online).

Sehubungan dengan hal tersebut, AIR ASIA INDONESIA (AAI) dalam
pembicaraan terakhir dengan Presidium AWARI (bunda JMS) menawarkan
Warnet Anggota AWARI sebagai "Ticketing Resseller". Dalam hal ini
pihak AAI akan mendata seberapa banyak peminat Warnet AWARI yang akan
ikut ambil bagian dalam bisnis ini.

Bagi Warnet yang berminat, bisa japri saya dengan mencantumkan :
- Nama Warnet.
- Alamat.
- Pemilik.
- Jumlah PC.
- Koneksi yg digunakan.

Data ini akan diberikan untuk menindaklanjuti adanya kerjasama ini,
dengan demikian warnetters dapat menggunakan bisnis warnet ini lebih
optimal.
Lewat YM, si Taufik mengatakan jika peminat membludak. Baguslah :) mengingat salah satu syarat untuk mengikuti program ini adalah: warnet harus terdaftar menjadi anggota resmi AWARI.

Senin, Agustus 28, 2006

Weekend di Bandung.

Tanpa rencana, tanpa persiapan :) tau tau Sabtu pagi dah pada ngumpul di mcd pondok Indah. ini lah hasil skrinsut di Ayam Goreng Suharti :D


3 Lelaki kesasar :) capek... numpang minum di rumah orang :p




Rabu, Agustus 16, 2006

Angka IP favorit

Soal angka ip favorit, saya punya 2:
- 10.x.x.
- 2xx

Yang pertama jadi favorit dengan alasan sederhana: jika diketik menggunakan Numerik Pad terasa mudah dibandingkan dengan mengetik 192.168.x.

Tapi, angka favorit yang kedua saya lupa :( . Saking lamanya angka tersebut menjadi favorit dan selalu saya gunakan untuk komputer saya di jaringan. Sampai 2 hari yang lalu saat saya iseng memperhatikan ijazah kuliah dan melihat angka ajaib tersebut di Nomer Induk Mahasiswa. Hahahaha... ternyata angka favorit itu asalnya dari 3 angka pertama Nomer Induk Mahasiswa :p . Tanda tanda sudah mulai berumur? :p

Selasa, Juli 18, 2006

Asik, tidak ada spam

Suatu impian jaman modern yang sulit diwujudkan :(

Rabu, Juni 14, 2006

Kesimpulan Nonton TV

Berhubung status saya saat ini pengacara ( pengangguran banyak acara ) jadinya saya punya banyak waktu untuk menonton TV. Nah kesimpulan saya setelah menonton sekian banyak stasiun TV adalah:
1. Stasiun TV kebanyakan cuma saling menjiplak model acara, satu buka kontes, semua bikin kontes. satu bikin lenong, semua ngelenong. Satu bikin Sipengembang (lihat no. 3) Mistis semua bikin.... ya beginilah kalau sejak masih sekolah di biasakan nyontek keliatan kok di dunia kerja, hoi rumah produksi, saya tahu kalian itu industri tapi bukan berarti mutu dikesampingkan, sadar gak sih produksi kalian itu menghina akal sehat?
2. Acara yang benar-benar bagus bisa di hitung jari.
3. Sebagian besar Sinetron lebih cocok di sebut Sipengembang ( Sinema Penghancuran dan Pembodohan Bangsa) :p
4. Infotainment lebih baik ganti nama menjadi TerrorTainment. Maaf, sekolahnya dimana sih yang buat acara-acara itu? Bikin malu guru-guru kalian saja. Gak mutu, isinya cuma sensasi, cerai, pacaran, selingkuh, anak haram.

Setelah kesimpulan yang berisi sumpah serapah di atas, maka saya mengusulkan sesuatu yang serius:

1. Jangan biarkan anak anak kita menonton acara tv tanpa ditemani, biarpun acaranya jelas jelas buat anak-anak.
2. Lebih baik matikan TV dan suruh anak-anak itu pergi main daripada nonton.
3. Sudah waktunya kita punya Lembaga Rating yang lebih fokus pada mutu acara dan acara-acara TV yang buruk harus publikasikan ke masyarakat dan di sarankan untuk tidak ditonton dan menyarankan pemasang iklan tidak memasang iklan pada acara-acara dengan cap buruk tersebut sehingga acara tersebut akan mati dengan sendirinya. Hai KPI!!! Buat dong Rating acara buruk dan baik, daripada cuma menegur, mendingan buat rating bulanan dan publikasikan rating tersebut.

Senin, Mei 29, 2006

Warnet saya untung, balik modal atau merugi?

Dibawah ini ada cara sederhana untuk menghitung. Cara ini menghitung beberapa variabel yang dapat anda sesuaikan dengan kondisi warnet anda seperti:

- Nilai Total Investasi
- Harga Jual
- Utilisasi warnet

Tabel perhitungan ini akan menghasilkan lamanya bulan balik modal sebagai hasil akhir.

Kita andaikan saja sebuah warnet 15 PC dengan Nilai Total Investasi Rp 220.000.000,- dan jangka waktu kontrak lokasi adalah 24 bulan ( 2 tahun ). Berapa lama kah jangka waktu balik modal warnet tersebut dengan harga jual Rp 4000/jam, Rp 5000/jam dan Rp 6000/jam? Tabelnya adalah sbb:

(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 4000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta

Utilisasi
(1)
PC Aktif
(2)
Total Harian
(3)
Bruto
(4)
Netto
(5)
Bulan BEP
(6)

(1) * (A) (A) * (D) * (2) (3) * (E) (4) - (C) (F)/(5)
90% 13,5 864.000 21.600.000 10.600.000 20,75
80% 12 768.000 19.200.000 8.200.000 26,83
70% 10,5 672.000 16.800.000 5.800.000 37,93
60% 9 576.000 14.400.000 3.400.000 64,71
50% 7,5 480.000 12.000.000 1.000.000 220

(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 5000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta

Utilisasi
(1)
PC Aktif
(2)
Total Harian
(3)
Bruto
(4)
Netto
(5)
Bulan BEP
(6)

(1) * (A) (A) * (D) * (2) (3) * (E) (4) - (C) (F)/(5)
90% 13,5 1.080.000 32..400.000 21.400.000 13,75
80% 12 960.000 28.800.000 17.800.000 16,92
70% 10,5 840.000 25.200.000 14.200.000 22
60% 9 720.000 21.600.000 10.600.000 31,43
50% 7,5 600.000 18.000.000 7.000.000 55

(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 6000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta

Utilisasi
(1)
PC Aktif
(2)
Total Harian
(3)
Bruto
(4)
Netto
(5)
Bulan BEP
(6)

(1) * (A) (A) * (D) * (2) (3) * (E) (4) - (C) (F)/(5)
90% 13,5 1.296.000 27.000.000 16.000.000 10,28
80% 12 1.152.000 32.000.000 13.000.000 12,36
70% 10,5 1.008.000 21.800.000 10.000.000 15,49
60% 9 864.000 18.000.000 7.000.000 20,75
50% 7,5 720.000 15.000.000 4.000.000 31,43

Dari ketiga tabel di atas kita bisa liat hubungan langsung antara strategi penetapan harga jual, utilisasi dan bagaimana efeknya terhadap jangka waktu balik modal warnet anda. Silahkan anda masukkan variabel-variabel warnet anda di tabel tabel tersebut dan pelajari apakah strategi bisnis warnet anda sudah memenuhi syarat untuk disebut warnet yang meraih keuntungan, sekedar balik modal atau malah merugi.

Jumat, Mei 19, 2006

Kata Siapa Jualan harus Untung


Entah dapat inspirasi dari mana sang pedagang ini. Tapi harus di masukkan dalam alam pikiran kita: ternyata Jualan tidak harus untung :D

Kamis, Mei 18, 2006

Legos = Legal Angkotssss


Jangan-jangan owner Angkot punya warnet, karena warnetnya harus Legos ( Legal OS ) untuk menghindari sweeping, maka angkotnya pun harus legos ( legal Angkotsss ) supaya gak di semprit Pak Pol? Place: Halte Pasar Jumat, Jak Sel.

Rabu, Mei 17, 2006

Mengembangkan Warnet

Seperti halnya bidang usaha lain, sebagai pengusaha warnet kita tentu ingin mengembangkan usaha warnet kita. Pertanyaannya tentu saja adalah: Ke arah mana saja kita bisa mengembangkan warnet ini? Sekali lagi saya ingin mengajak para pengusaha warnet untuk melihat peluang lain di warnet tanpa meninggalkan sama sekali dasar usaha anda: Warnet.

Salah satu hal yang sering saya dapati dari pengusaha warnet adalah minimnya kreatifitas dan terperangkap dalam pola pikir tertentu yang akhirnya membuat mereka tak bisa keluar dari sebuah lingkaran setan. Contoh yang paling nyata dari kurangnya kreatifitas adalah perang harga antar warnet yang akhirnya membuat bidang usaha warnet cenderung stagnan, setiap munculnya pemain baru selalu di sikapi dengan perang harga baik oleh pemain baru maupun pemain lama. Situasi seperti ini akhirnya membuat bidang usaha warnet menjadi sebuah usaha yang muram, tak pasti, mudah bergejolak dan rawan.

Meskipun demikian, akhir-akhir ini saya melihat beberapa rekan warnet sudah cukup percaya diri dengan tidak menjadikan harga sebagai faktor jualan utama sebaliknya menjadikan mutu pelayanan ( bandwidth maupun sdm ) yang baik sebagai faktor jualan utama mereka dan sebagian sudah menunjukkan bahwa mereka justru lebih bisa meraih keuntungan dengan persentasi yang (jauh lebih) baik dibanding mereka yang berkutat di perang harga.

Jika kondisi warnet anda sudah bagus maka langkah berikutnya adalah pengembangan. Jika yang anda lakukan adalah pengembangan sebatas upgrade PC ,menambah jumlah PC, Menaikkan kapasitas bandwidth atau menambah kenyamanan warnet anda tentu saja tidak sulit. Beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam mengembangkan warnet kita adalah:

1. Menambah jumlah warnet/ jaringan warnet
Ini adalah pilihan yang paling logis, sebab jika manajemen warnet anda telah terbukti bagus maka bangunlah warnet baru lagi. Pengalaman anda mengelola warnet dengan baik dan memberikan keuntungan adalah modal utama.

2. Franchise-kan warnet anda
Warnet anda telah bertambah, namanya telah terkenal, manajemen bagus. Kenapa tidak memberikan kesempatan kepada pihak lain yang tertarik untuk membuat warnet bergabung dengan Jaringan Warnet anda? Anda mempunyai kesempatan untuk memberikan pihak lain untuk mendapatkan keuntungan dan anda tidak perlu mengeluarkan modal yang banyak untuk memperluas jaringan warnet anda.

3. Membangun RT/RW Net
warnet anda berada disekitar perumahan atau banyak yang tertarik untuk koneksi internet tapi inginnya akses dari rumah? Salurkan saja bandwidth warnet ke rumah-rumah sekitar warnet anda. Media kabel dan Nir-Kabel/Wifi bisa anda gunakan, tentu saja user harus diberi pengertian untuk tidak meng”abuse” koneksi yang ada atau anda pasang saja bandwidth management yang baik untuk mengatur pembagian jatah bandwidth dengan baik. Keuntungan dari RT/RW Net adalah: kita bisa memiliki “penghasilan yang terprediksi” sebab umumnya sistem pembayaran menggunakan sistem iuran bulanan dengan jumlah tetap.

4. Jadi ISP
Anda sudah memiliki jaringan warnet, sudah melakukan franchise, sudah punya RT/RW Net aduh tanggung nih, mendingan jadi ISP sekalian :) meskipun begitu, perlu anda ingat bahwa bidang usaha warnet dan ISP itu serupa tapi tak sama. Menjadi ISP dan memiliki warnet dapat membuat anda di curigai pelanggan anda (yang kebetulan warnet juga) melakukan “pilih kasih” apalagi jika pas warnet anda terkoneksi sedang warnet pelanggan terputus.

Masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan warnet kita, sebagai contoh: beberapa warnet mengembangkan diri menjadi bisnis center dengan menyediakan layanan-layanan bisnis di warnetnya. Ada juga yang mengembangkan diri menjadi tempat pelatihan/kursus komputer. Sehingga dapat dikatakan bahwa batasannya hanyalah kreatifitas kita.

Tapi yang perlu diingat adalah: semua hal di atas dapat kita lakukan hanya dengan manajemen yang baik dan selalu tanggap dalam membaca perubahan-perubahan di bisnis warnet. Tahun 2001, warnet-warnet masih mempermasalahkan mahal dan lambatnya koneksi dial-up, di tahun berikutnya permasalahan bergeser ke belum adanya kepastian perijinan untuk penggunaan frekuensi 2,4GHz (sehingga rawan sweeping), tahun berikutnya permasalahan bergeser lagi menjadi apakah bertahan sebagai warnet atau berpindah menjadi game center. 2004 ke atas isu yang paling menonjol adalah isu HAKI dan Legalitas. Tidak heran jika warnet adalah bidang usaha yang paling dinamis dimana timbul tenggelamnya pemain baik baru maupun lama adalah hal yang biasa. Namun kita juga melihat ada warnet yang mampu mengatasi segala problematika tersebut dengan baik dan membuktikan bahwa mereka bisa di contoh dalam menjalankan usahanya.

Selasa, Mei 16, 2006

Warung Internet di Tahun 2006

Kondisi warnet di Indonesia memiliki ciri sendiri tiap tahunnya, jika kita mengikuti milis warnet terbesar di Indonesia ( bahkan mungkin di dunia? ) yang aktif di Yahoo Groups sejak tahun 2000. Maka di tahun 2000 kita dapat membaca bahwa keluhan warnet sebagian besar pada mahalnya biaya dial-up dan masih berlangsung di tahun 2001, tapi di tahun-tahun berikutnya 2002 dan 2003 mulai bermunculan pilihan koneksi selain dial-up dengan harga terjangkau seperti Wireless/Wifi, Cable, ADSL.

catatan: milis awari sendiri sudah lama aktif dimana saya sendiri terdaftar sejak milis masih berada di server egroups.

Di tahun 2004 dan 2005, yang menonjol dari warnet adalah isu legalitas perangkat lunak. Walau sebenarnya beberapa pakar dan aktifis TI yang memiliki perhatian sudah menyuarakan isu ini sejak UU HAKI disahkan, namun gaungnya tidak seheboh ketika isu Sweeping Warnet oleh Kepolisian mulai di lakukan.

Bagaimana di tahun 2006 ini? Apakah kondisi warnet sudah lebih baik dari sebelumnya?

Persoalan Klasik
Secara umum, tidak ada kemajuan yang signifikan dari kondisi per warnetan di Indonesia. Persoalan-persoalan klasik warnet masih pada:
  • Mahalnya harga bandwidth
  • Kualitas Bandwidth
  • Persaingan harga antar Warnet
  • Kualitas SDM

Dan saat ini persoalan-persoalan itu bertambah, yaitu:
  • Legalitas Perangkat Lunak versus Biaya Tinggi Perangkat Lunak
  • Warnet Open Source masih menerima resistensi dari kalangan warnet sendiri walaupun sudah ada success story.
  • Rendahnya perlindungan hukum terhadap warnet.
  • Perampokan Warnet di Jabotabek.

Legalitas Perangkat Lunak merupakan persoalan yang sangat menarik sebab walaupun internet adalah gudang Informasi, namun tidak sedikit warnetters ( pemilik, pengelola, operator ) yang tidak mengerti atau peduli terhadap legalitas perangkat lunak, bahkan pertanyaan mengenai legalitas perangkat lunak ini termasuk yang paling sering dipertanyakan di milis selain pertanyaan mengenai ISP, Billing System, Ijin Warnet, Pornografi dan Teknologi Komunikasi Data.

Berita Baik
Di luar persoalan-persoalan di atas, ada juga berita yang baik yaitu: Walaupun warnet terkenal sebagai bidang usaha yang cukup rumit dan tricky, namun tidak pernah kehilangan peminat dari kalangan entrepreneur muda untuk masuk ke bidang usaha ini. Ini terlihat dari member mailing list yang baru rata rata bergabung karena ingin mendirikan warnet.

Selain itu, beberapa warnet ternyata sudah berhasil meningkatkan/memperluas usahanya sehingga menjadi jaringan warnet/franchise warnet maupun ISP dan ada juga warnet yang berhasil membuat distribusi linux untuk digunakan secara bebas bagi yang berminat.

Jika melihat diskusi yang terjadi di mailing list awari ( asosiasi-warnet@yahoogroups.com ) kita juga akan melihat betapa warnet-warnet sudah menyadari bahwa mereka sebaiknya tidak memberikan akses ke situs situs pornografi dan judi maupun memberikan akses ke pihak-pihak carder. Beberapa warnet malah berani mengusir pelanggan mereka yang menggunakan terminal warnet untuk mengakses pornografi, alasan utama bukan semata moril tapi menghindari warnet tersebut dari sangkutan dengan hukum.

Peran Pemerintah
Kembali ke kondisi Warnet, Pemerintah sebaiknya memberikan ruang bernapas yang lebih baik ke Warnet, aturan yang kondusif, perlindungan berusaha yang baik, akses ke penyediaan bandwidth yang murah, pelatihan managemen, etc. akan sangat membantu warnet melepaskan warnet dari kondisi “terjepit”. Dalam beberapa kasus, terjebaknya warnet ke pornografi, carding, judi, pembajakan software, berubah jadi game center adalah karena faktor “kejar setoran” yang apa boleh buat harus dilakukan dan di akui akan sulit di lakukan dengan baik dan benar jika Pemerintah tidak melindungi warnet-warnet yang telah berusaha menjalakan usahanya dengan benar.

Perlindungan ini juga berarti Polisi jangan mensweeping dan menyita perangkat warnet yang terbukti bersalah melanggar hukum, sebab tingginya faktor kerumitan pengelolaan warnet menyebabkan banyak warnet tidak menyadari apa yang mereka lakukan termasuk melanggar hukum. Kepolisian sebaiknya menjadikan warnet sebagai partner dalam menyuarakan legalitas perangkat lunak dan berinternet dengan sehat.

Sangat disayangkan jika Kepolisian demi menghambat pornografi, judi, terorisme dan pembajakan perangkat lunak harus mematikan akses ke arus informasi dan ilmu pengetahuan yang di sediakan warnet dengan harga yang murah dan terjangkau oleh masyarakat.

Senin, Mei 15, 2006

Makassar 1 minggu ini

- Ada peristiwa SARA ( tapi TKI di gebug sampai mampus di Sg, My, Saudi di diemin aja gak didemo )
- Mahasiswa makin aneh aja demonya ( jalan depan kampusnya di jadikan 1 arah juga di demo )
- PLN mematikan aliran listrik 4 jam setiap hari. Gila man, lagi nulis email lampu mati, lagi nonton bola lampu mati, semoga para pejabat PLN itu di gantung di lapangan karebosi!!!trima kasih PLN, anda baru saja membuat kota Makassar makin terpuruk.
- Panas, iya..AC gak nyala, minuman ga dingin, es cair x-(
- KTP 1 hari selesai :D dan di dinding Kantor Kecamatan di tulis dengan jelas tarif masing masing layanan. bagus bagus bagus..
- Cuma harus bayar PBB dulu baru di buatin :(
- Ada tempat buat anak anak main motor trail :) nanti aku posting fotonya :D
- Mall tetap rame
- Nyari CD software bajakan = mission impossible :) hehehe, Trims Pak Polisi, terusin dong situasi begini.
- ATM BRI gagal transaksi tapi kena tetap dihitung! Waduh! Tapi pas ke BRI ngurus, di layani dengan baik dan di janji 3 hari selesai :) pas iseng ngelirik daftar komplen atm, ternyata banyak juga :D
- Gepeng di perempatan jalan hilang, bukan karena di usir tapi karena arus lalu lintas diubah sehingga Traffic Light tidak diperlukan :)) apa harus kita ubah semua perempatan di kota ini?

Sabtu, Mei 06, 2006

1+1+1+1 = 12

Perhatikan judul di atas, bahkan anak SD pun akan mengatakan bahwa perhitungan tersebut adalah suatu kesalahan. Betulkah? Jika kita menggunakan pola berpikir konvensional maka perhitungan tersebut tidak perlu di pertanyakan. Perhitungan tersebut salah.

Tapi mari kita coba memperluas wawasan berpikir kita dimana perhitungan tersebut di atas adalah benar dan ini adalah hubungannya dengan kekuatan kita sebagai warnet.

Mengapa warnet? Karena kita adalah perkumpulan para pengusaha warnet dan tulisan ini adalah untuk membahas kekuatan sebenarnya para pengusaha warnet. Banyak dari kita tidak sadar kekuatan kita sebenarnya. Kita sudah sangat terkungkung oleh pemikiran 1+1+1+1=4, kita tak sadar bahwa dalam dunia kita 1+1+1+1 adalah 12

Saya akan memberikan angka angka sederhana. Jumlah warnet di seluruh Indonesia berkisar di angka 3500. Jika setiap warnet tersebut kita andaikan menggunakan koneksi 64Kbps seharga Rp 3.000.000,- maka total nilai pembelanjaan warnet Indonesia dalam 1 bulan adalah = 3500 x Rp 3.000.000,- = Rp 10.500.000.000,- ( Sepuluh Miliar Lima Ratus Juta Rupiah ).

Sudahkah angka tersebut memberikan anda sebuah gambaran?

Saya akan memberikan sebuah perhitungan sederhana lainnya. Di Sebuah daerah terdapat 4 buah warnet. A.Net, B.Net, C.Net, D.Net. Si A menggunakan bandwidth 64 Kbps / Rp 3.500.000,-, si B juga menggunakan bandwidth yang sama ( 64 Kbps ). si C menggunakan bandwidth 128 Kbps / Rp 6.500.000,- kemudian si D menggunakan bandwidth 192 Kbps/ Rp 9.000.000,-.
Total penggunaan Bandwidth ke empat warnet tersebut adalah:
64 + 64 + 128 + 192 = 448 Kbps

Total nilai pembelanjaan bandwidth adalah:
Rp 3.000.000+Rp 3.000.000+Rp 6.500.000+Rp.9.000.000,- = Rp 21.500.000,-

Perhatikan bahwa dengan nilai total pembelanjaan bandwidth tersebut kita dapat mendapatkan bandwidth sebesar 2 Mbps menggunakan koneksi VSAT.Keempat warnet tersebut di atas karena berjalan sendiri sendiri maka total bandwidth yang bisa mereka gunakan adalah 448 Kbps. Tapi jika mereka
bersatu membeli bandwidth maka mereka bisa mendapatkan kapasitas sebesar 2Mbps, empat kali kapasitas yang mereka miliki sekarang. Ini lah yang saya analogikan dengan judul tulisan ini: 1+1+1+1= 12.

Langkah Awal untuk membangun kekuatan.
Jika kekuatan di atas sudah di sadari, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan kesadaran akan potensi kekuatan tersebut ke best practice?

Sebelum melangkah ke aksi, hendaknya di ingat terlebih dahulu bahwa yang warnet lakukan bukanlah pengurangan biaya namun meningkatkan pelayanan sehingga efek yang dihasilkan adalah: pelanggan warnet akan semakin setia dan calon pelanggan tidak ragu untuk menggunakan pelayanan yang disediakan oleh warnet.

Perhatikan angka-angka bandwidth di perhitungan di atas. Dari 448 Kbps ke 2 Mbps adalah peningkatan empat kali lipat kapasitas. Namun perlu kita perhatikan bahwa diluar penambahan kapasitas ada biaya untuk infrastruktur. Sehingga untuk lebih efisiennya maka sebaiknya kapasitas
yang di ambil cukup 1 Mbps dan sisa dana di alihkan untuk membiaya infrastruktur tambahan. Toh penambahan kapasitas tetap terjadi 100% dan biaya infrastruktur tidak menjadi beban tambahan.

Langkah berikut adalah bangunlah kekuatan tersebut dengan warnet di daerah anda. Kesadaran akan kekuatan memang membutuhkan kesabaran tapi bukan berarti tidak mungkin. Jangan berpikir untuk mengumpulkan semua warnet, tapi mulailah dengan siapa saja yang "sadar" dan setelah berjalan ajak
lagi yang lain sehingga jaringan kekuatan tersebut bisa saja berawal 4-5 warnet dan berakhir dengan 20 warnet di daerah anda sebelum bersatu dengan jaringan kekuatan lain.

Sebagai ilustrasi sederhana, katakanlah warnet-warnet seputaran depok mulai menggalang kekuatan, kemudian warnet warnet daerah lain di Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya juga mulai bergerak menyatukan jaringan kekuatan ini, maka dalam waktu singkat kekuatan tersebut akan menjadi
sebuah jaringan komunikasi data besar yang dapat di manfaatkan untuk menambah penghasilan warnet dengan mengundang pihak pihak ketiga untuk memanfaatkan jaringan yang telah tumbuh tersebut.

Penutup
Banyak manfaat yang dapat di dapatkan dari mempersatukan kekuatan kita, warnet. Sayang, dari bertahun tahun mengikuti komunitas warnet, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah: setiap orang jangan memaksakan kepentingannya tapi buatlah terlebih dahulu aturan aturan/prinsip dan
berjalanlah di prinsip tersebut. Prinsip tersebut haruslah prinsip yang bersih dan mencerminkan komitmen kita warnet dalam memajukan bangsa sehingga kita warnet dapat menempatkan usaha kita ke posisi yang terhormat jauh dari label sumber pornografi, cracking, terorisme, ilegal software
dan label-label lain yang negatip.

Awari dalam hal ini harus menjadi perekat dan berjuang dalam menetapkan aturan dan prinsip tersebut dalam setiap program yang akan di jalankan.

Jumat, April 21, 2006

Dari Warnet ke Warnet :D

Selama seminggu di Jakarta, saya mencoba untuk mengunjungi beberapa warnet. Maklum aja, sebagai orang yang terjajah teknologi terutama teknologi internet :p warnet merupakan sarana yang paling pas untuk online selain dari rumah via telkomnet instan yang mahal itu :D

Dari beberapa warnet yang saya kunjungi, ada beberapa catatan yang saya beberkan di tulisan ini. Yang jelas ada warnet yang bagus, cukup bagus, hingga yang mengecewakan.

Warnet yang pertama saya kunjungi lokasinya di Radio Dalam, koneksinya menggunakan wireless dan bagus (baca: cepat) komputer juga bagus. Waktu saya menanyakan apakah saya bisa menggunakan notebook, si operator mengatakan tidak bisa. Saya melihat kebingungan sepersekian detik :p tapi dengan pandai dia mengatakan “tidak bisa mas, gak ada kabel yg tersedia” dan saya kira itu lebih baik daripada operator warnet berikut yang saya datangi esok harinya di daerah Ciputat / UIN yang membiarkan saya menunggu selama 5 menit hanya untuk menunggu seorang teknisi yang cuma bisa cengengesan dan mengatakan “tidak bisa” dan si operator hanya sibuk dengan layar chattingnya. Owner warnet, anda semuanya harus menegur dengan keras operator anda yang cuma sibuk chatting pada saat jam kerja.

Di warnet yang ketiga, sang operator memberikan kesempatan bagi saya untuk mencolokkan kabel UTP ke port LAN di notebook tapi sayang sekali…, si operator mengira cukup dengan mencolokkan kabel ke notebook maka semua bisa jalan. padahal saya masih memerlukan informasi IP address, gateway dan DNS :( dan setelah melihat sang operator tidak bisa membantu sama sekali, saya menyerah dan membuka terminal lain dan pada saat itu saya sadar jika koneksi internet lagi putus!!!!

Dengan putus asa, akhirnya saya menuju warnet teman saya sendiri di daerah Kelapa Dua (Depok). Disana tentu saja saya bisa menyambung notebook dengan lancar tanpa halangan, si owner juga tau informasi apa yang saya perlukan untuk setting tcp/ip pada notebook ( sejujurnya tetap saja saya menganggap dia perlu memasang servis DHCP daripada repot ngurusin IP Address untuk 30 PC ) apakah problem saya selesai? Ternyata belum. Dari warnet teman saya tersebut, saya tidak mem”POP” email maupun mengakses email saya via web. Saya cek dengan admin ISP di Makassar tidak ada masalah dengan email server dan web server mereka ( Sorry Dani, saya ngerepotin jam 4 pagi :D ) saya harus nyari proxy anonymous dulu untuk bisa mengakses via web. 3 POP mail saya tetap tidak bisa di akses.

Hari ini, saya jalan2 di Blok M Plaza dan melihat sebuah warnet di Mall tersebut. Isinya penuh, saya harus menunggu sebentar untuk mendapatkan tempat dan ketika mengklik “start” pada billing. surprise!!! it’s a Linux :D menyenangkan :) dan aksesnya cepat, saya mengakses email, yahoo mail, gmail, chatting sebentar dengan teman-teman di Makassar. tarifnya Rp 4000/30 menit. Mahal? Dengan kecepatan seperti ini, saya tidak merasa mahal sebab saya bisa mengecek ke tiga web mail dengan cepat dan tidak perlu menunggu lama sehingga 30 menit itu benar-benar efisien. Ketika mencoba bertanya ke Operator mengenai distro yang di gunakan, dia berkata bahwa mereka menggunakan berbagai distro ( ubuntu, Lex dll ).

Untuk warnetters ( warnet owner’s), apa yang saya tulis ini adalah pendapat pribadi yang tentu saja berdasarkan kebutuhan saya mengenai akses internet. Apakah semua user seperti saya? Sudah tentu tidak. Tapi saya kira catatan mengenai sikap, pelayanan dan pengetahuan Operator sangat mempengaruhi kepuasan user. di warnet yang kedua saya sangat kecewa karena di biarkan menunggu oleh operator yang tidak bisa memalingkan muka sedetik pun dari monitor. di warnet yang ketiga, walaupun kecewa tapi usaha sang operator untuk melayani saya sebaik mungkin cukup mengobati rasa kecewa dan saya akhirnya menyalahkan koneksi yang putus :p

Minggu, April 16, 2006

Ketika Kebijakan Memakan Pembuat Kebijakan

Hari ini saya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan seorang perwira tinggi di ruang kerjanya. Kesempatan yang jarang. Dari perbincangan singkat itu, saya menangkap jika beliau mengerti benar bagaimana kecepatan memperoleh informasi sangat membantu tugas beliau dalam mengungkap kejahatan dan membekuk pelaku kejahatan istimewa/luar biasa.

Tapi catatan ini bukanlah mengenai hal itu. Dari perbincangan itu, saya menangkap kenyataan bahwa kebijaksanaan infrastruktur telekomunikasi data kita bukan hanya menyusahkan rakyat karena menghasilkan biaya yang (sangat) tinggi namun pada akhirnya memakan pihak pemerintah juga si pembuat kebijakan.

Mengapa saya katakan seperti itu? Begini, lembaga yang di kelola perwira tinggi tersebut ingin mengkoneksikan banyak titik penting yang perlu bagi kelancaran tugas lembaga tersebut. Tapi kelihatannya keinginan beliau terhalang oleh mahalnya biaya koneksi tersebut. Yang lebih menyedihkan adalah: ketika permintaan koneksi data tersebut adalah nyata untuk kepentingan negara dan isinya, tetap saja tidak ada solusi yang tersedia.

Mahalnya koneksi tersebut bahkan sudah sampai pada tahap yang membahayakan, karena yang terjadi adalah: Bahkan lembaga pemerintah pun akhirnya terbelenggu oleh mahalnya biaya komunikasi data, sehingga sebuah lembaga yang tugasnya (sangat) penting bagi negara ini harus “pontang panting” demi sebuah koneksi data.

Kebijaksanaan infrastruktur komunikasi data harus segera direvisi dan dipertimbangkan fungsinya bagi pencerdasan bangsa dan kepentingan negara lainnya. Menghambat komunikasi melalui biaya (sangat) mahal sama saja membiarkan bangsa ini tenggelam dalam keterbatasan informasi dan pada akhirnya menghalangi kemajuan dan kemampuan bangsa ini dalam menghadapi tantangan tantangan zaman dan masa depan demi sebuah angka keuntungan yang sebagian (besar?) malah jatuh ke pihak asing.

Jakarta, 14 April 2006

Jumat, Februari 24, 2006

My Ubuntu vs My Mandriva

Nah kali ini saya punya dua screen shots, yang satunya Ubuntu 5.10 satunya lagi Mandriva 2006. silahkan lihat

Rabu, Februari 01, 2006

Radio Laboratory Handbook free downloads

Radio Laboratory Handbook - Vol 1 Download

The Radio Laboratory Handbook - Vol 1 can be freely downloaded as pdf files in chapters or as a whole.

the link


Jumat, Januari 27, 2006

Town Search Results for Makassar

  • Name : Makassar (alias for Ujungpandang)
  • Region : Sulawesi Selatan
  • Latitude : -5.131
  • Longitude : 119.413
  • Elevation : 3 m



Senin, Januari 23, 2006

LTSP Series - Solusi Booting Harddisk

Mengaplikasikan LTSP memang menarik. Ide memanfaatkan komputer-komputer tua*) agar bisa berjalan dengan kecepatan komputer baru. Namun ada satu sisi halangan yang cukup mengganggu, yaitu tidak semua komputer tua dilengkapi dengan rom boot atau PXE dan terus terang, walaupun mudah mendownload ROM Image dari http://www.rom-o-matic.net namun sulit mendapatkan eeprom writer untuk menulis rom image tersebut ke chip rom.

Untuk mengatasi hal ini kita bisa melakukan booting via floppy atau hard disk, caranya dengan mendownload Floppy bootable rom image (*.zdsk) kemudian masukkan floppy disk yang sudah diformat ke drive dan ketik perintah:

$ cat nama-image-rom.zdsk > /dev/fd0

atau jika anda menggunakan DOS/Windows gunakan program RAWRITE untuk menuliskan rom boot image ke floppy disk.

Tapi menggunakan floppy pun ternyata masih ada problem tersendiri, yaitu hanya cocok pada saat percobaan dan tidak cocok untuk kondisi operasional sebab floppy disk dan floppy drive mudah rusak. Sehingga pilihan berikutnya adalah booting melalui harddisk. Untuk booting melalui harddisk ada beberapa hal yang harus di siapkan:
  • Koneksi Internet :)
  • LTSP Server ( tentu saja )
  • Thin Client dengan harddisk dan cd-drive
  • Damn Small Linux (DSL) LiveCd
catatan:
CD-Drive diperlukan hanya pada saat men-setup client saja, jika sudah selesai cd-drive bisa dilepas lagi dari thin client tersebut.

Mulailah dengan membooting DSL via cd-drive, saya biasanya sekaligus mencoba apakah perangkat seperti NIC, harddisk, dan VGA Card berfungsi dengan baik. Jika semuanya normal, jalankan terminal dan persiapkan harddisk dengan menuliskan "0" pada sector pertama pada harddisk dengan perintah:

# sudo su
# dd if=/dev/zero of=/dev/hda bs=1M count=5

menggunakan tool "cfdisk", partisi ulang harddisk tersebut. Kita hanya membutuhkan sebuah partisi sebesar 40kb :) setelah di partisi, format harddisk tersebut dengan perintah:

# mke2fs /dev/hda1

kemudian kaitkan partisi

# mkdir -p /mnt/hda1
# mount /dev/hda1 /mnt/hda1

Langkah berikut adalah mendownload LILO/GRUB/SYSLINUX loadable kernel format (.zlilo) dari http://www.rom-o-matic.net yang sesuai dengan NIC anda. Pada titik ini, sering terjadi kebingungan dalam memilih jenis rom boot image yang sesuai dengan NIC kita. Untuk mengetahui jenis NIC yang kita miliki bisa kita lakukan dengan memberikan perintah:

# lspci

perintah tersebut di komputer saya menghasilkan tampilan berikut:
.....
00:1f.6 Modem: Intel Corporation 82801DB/DBL/DBM (ICH4/ICH4-L/ICH4-M) AC'97 Modem Controller (rev 03)
01:01.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL-8139/8139C/8139C+ (rev 10)
01:02.0 Ethernet controller: Linksys, A Division of Cisco Systems [AirConn] INPROCOMM IPN 2220 Wireless LAN Adapter (rev 01)
.....
perhatikan baris bertuliskan Ethernet controller, menunjukkan tipe NIC saya adalah RTL-8139 :) namun bagaimana memilih dari 14 jenis RTL-8139 yang ada? caranya dengan mencari PCI ID dari NIC tersebut. untuk mengetahuinya berikan perintah:

# lspci -n

perintah tersebut menghasilkan tampilan di bawah:
......
00:1f.6 Class 0703: 8086:24c6 (rev 03)
01:01.0 Class 0200: 10ec:8139 (rev 10)
01:02.0 Class 0200: 17fe:2220
.....

pada baris kedua, perhatikan angka hex 10ec:8139, inilah PCI ID dari NIC yang kita butuhkan. sehingga rom boot image yang kita ambil adalah: rtl8139:rtl8139 -- [0x10ec:0x8139], cara yang sama silahkan anda lakukan untuk NIC anda.

Setelah mendownload LILO/GRUB/SYSLINUX loadable kernel format (.zlilo), buatlah file lilo.conf di /mnt/hda1 yang isinya:

lba32
boot = /dev/hda
map = /mnt/hda1/.map
install = /mnt/hda1/boot-menu.b
image = /mnt/hda1/rom-image-yang-anda-download.zlilo
label=LTSP

kemudian lakukan perintah untuk menuliskan kode etherboot tersebut sebagai LILO image ke MBR dari harddisk:

# lilo -v -C /mnt/hda1/lilo.conf -s /mnt/hda1/backup

Setelah langkah ini silahkan restart untuk mencoba booting dari harddisk :)

diambil dari http://wiki.ltsp.org/twiki/bin/view/Ltsp/BootingFromHarddrive dan beberapa sumber lainnya termasuk pengalaman sendiri.
*) Komputer Tua = Sekelas Pentium I, II dan III. 486 juga bisa tapi terbentur pada keterbatasan perangkat seperti VGA Card.

Kamis, Januari 19, 2006

Saya tidak takut..

Saya tidak takut pada apa yang saya tahu...saya takut pada apa yang saya tidak tahu. Sayangnya, semakin banyak saya berusaha untuk tahu, semakin saya merasa tidak tahu apa apa. :-D

Rabu, Januari 18, 2006

Triple Boot Ubuntu, XP, 2003

PC saya di kampus lebih sering berperan sebagai tempat testing, di dalamnya terinstall XP dan Ubuntu Breezy. Dual boot untuk kedua OS ini tidak masalah, karena XP duluan di install dari Ubuntu. Masalah terjadi setelah saya dapat tugas untuk membuat Demo Remote Desktop menggunakan Windows Server 2003 (WS2003). Boot loader WS2003 yang di install akan menimpa boot loader Ubuntu (GRUB).

Baca selanjutnya ...

Senin, Januari 16, 2006

Skala ekonomi, dicari atau ditunggu?

Alkisah ada dua buah pabrik sepatu, AdiNdas dan Roobek. Keduanya memiliki seorang salesman, si Fulan bekerja di AdiNdas dan si Falun di Roobek. Kedua pabrik ini bersaing dalam segala hal, termasuk ketika keduanya berusaha memperlebar usahanya. Dalam suasana persaingan itulah kedua pabrik ini mengutus keduanya ke negara dunia ketiga, Papini. Maka berangkatlah kedua salesman tersebut kenegara Papini. Setibanya disana, keduanya di hadapkan pada kenyataan. Ternyata negara Papini adalah sebuah negara yang sangat tertinggal dalam segala hal, bahkan penduduk negara tersebut kecuali pejabat negara, tidak menggunakan alas kaki.

20 tahun kemudian sejak kedatangan kedua salesman tersebut, kedua pabrik tersebut masih dalam suasana bersaing, namun pada saat itu sudah ketahuan siapa yang lebih unggul, yaitu Roobek. Mengapa hal ini terjadi?

Rupanya hal tersebut diakibatkan hal yang sederhana namun berakibat besar di kemudian hari. Si Fulan, sang Salesman dari Adindas ketika pulang dari Papini berkata ke Pihak Manajemen: “Percuma kita jualan di Papini, selain miskin. Mayoritas penduduk tidak menggunakan sepatu, buat apa kita jauh-jauh datang kesana hanya untuk jualan sepatu kita ke segelintir Pejabat Papini? Sudah ongkos kirim kesana mahal, tidak ada transportasi etc..etc..etc.” Bagaimana dengan si Falun? Kebalikan dengan si Fulan, dia melaporkan ke Manajemen bahwa di Papini mereka punya pasar yang luas, terbuka dan BELUM ada yang garap. Kita perlu bekerja keras, tapi dengan optimisme, kita akan bisa menguasai pasar disana” dan sekian tahun sejak kedatangan si Falun, Roobek telah membangun pabrik di Papini dengan konsesi yang besar dari Pemerintahan setempat karena mereka telah memberikan manfaat dalam memberikan tenaga kerja bagi negara tersebut, selain itu, murahnya ongkos produksi membuat produk Roobek menguasai pasar di negara lain.


Cara kita menghadapi sebuah kondisi sangat berpengaruh terhadap masa depan.

Kembali ke pembangunan internet Indonesia, prinsip yang samalah yang harus kita kembangkan. Sayang sekali, di negara ini bukannya si Falun mendapatkan penghargaan dengan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan penetrasi internet, malah kita asik membuat si Falun menderita. Ketika rakyat negara tetangga kita telah menikmati koneksi tak terbatas dari internet bandwidth lebar seharga Rp 150.000/bln, kita cuma bisa mengelus dada dengan membayar minimal Rp 300.000/bln dan dibatasi cuma bisa maksimal 750MB dan jika lebih silahkan merogoh kocek lebih dalam. Beberapa orang yang saya kenal malah mengeluarkan biaya lebih dari 1 juta/bln untuk membiayai akses internet mereka.

Apa yang membuat tetangga-tetangga kita bisa menikmati hal tersebut? Apakah skala ekonomi mereka lebih besar dari kita? Apakah negara mereka sudah menjadi pusat internet atau lebih dekat ke Amerika sang pusat internet? Dari sisi skala ekonomi tidak mungkin mereka melebihi kita dan mereka juga jauh dari Amerika. Tapi yang Mereka miliki adalah: Pemerintah yang mau memberikan kemajuan untuk rakyatnya. Pemerintah yang sadar bahwa untuk bersaing di dunia saat ini rakyat yang pintarlah jawabnya. Bukan rakyat yang bisa di bodoh-bodohi terus menerus.

Kita cuma punya satu cerita sukses yang terus menerus diulang ulang sehingga terasa lebih sebagai propaganda, negara pertama yang memiliki satelit di Asia. Setelah itu? Maaf, cuma kisah suram. Kisah bagaimana susahnya mengakses telekomunikasi yang bagus dan terjangkau, kisah bagaimana orang orang yang memanfaatkan teknologi untuk memurahkan akses malah di sebut pencuri pulsa,, semrawutnya KSO, kisah bagaimana komunitas harus berjuang untuk mendapatkan frekuensi yang bebas digunakan.

Ironis sekali.

Sabtu, Januari 07, 2006

Mandriva ISO CD tips

Sebenarnya tips ini bisa untuk distro apa saja, bukan cuman buat mandriva saja, hanya kebetulan karena saya pengguna (setia) mandriva dari jaman kenal linux sampai sekarang :)

Tips ini digunakan pada cd image/iso file dengan memanfaatkan perintah mount. Awalnya karena saya suka menginstall dengan "newbie mode" alias tidak melakukan kustomisasi di awal installasi, jadi terserah distro saja. Nanti setelah selesai baru mulai saya mulai install sana install sini, un-install sana un-install sini :)).

Satu kali saya lupa cd installasi di rumah.

Untung saya ingat, kalau iso-nya installer di HardDisk belum di hapus. Jadinya saya lakukan adalah:

[root@sphinx irwin]# mount -o loop [..path]Mandriva-Linux-Free-2006-CD1.i586.iso /home/mdk2006/cd1/
[root@sphinx irwin]# mount -o loop [path]Mandriva-Linux-Free-2006-CD2.i586.iso /home/mdk2006/cd2/
[root@sphinx irwin]# mount -o loop [path]Mandriva-Linux-Free-2006-CD3.i586.iso /home/mdk2006/cd3/

kemudian jalankan software media manager, dan masukkan lah mounting path di atas ( /home/mdk2006/cd1 s/d cd3) ke daftar kustom source dan pilih local path. Jangan lupa non-aktifkan media source cd rom.

akan ada error ketika memasukkan kustom source tapi abaikan saja.

Pengembangan lebih lanjut, bisa saja path di atas kita masukkan ke konfigurasi ftp/http server sehingga kita bisa melakukan instalasi mandriva via lokal ftp/http.

Kamis, Desember 29, 2005

LTSP

Minggu ini aku beruntung, dapat pinjaman sebuah P4 3GHz, RAM 1GB , HDD SATA 200Gb. Sudah lama mau mengadakan percobaan apakah bisa kombinasi LTSP + Win2K melayani 15 PC di Lab. Kampus dengan baik. Sebenarnya kombinasi ini bukan hal baru tapi saya tidak berani mencobanya pada server operasional. Bisa pusing kalo ada apa apa :)
Di mesin tersebut aku install:
  • Win2K + Terminal Services
  • Ooo 2.0
  • Firefox
  • NetOp
  • Anti Virus
Distro yang digunakan adalah K12LTSP berbasis Fedora Core 3.

Hasil percobaan menunjukkan beban CPU tertinggi ( 100% ) terjadi pada saat 15 Firefox di launch bersamaan dan langsung membuka google :)) kondisi ini boleh dibilang jarang sekali terjadi. Yang menarik, memori 1GB tidak terpakai penuh walaupun Write di jalankan di semua terminal.

Kesimpulan:
  • Spek mesin di atas, ternyata cukup untuk melayani 15 terminal
  • Butuh 2 Server, 1 untuk LTSP - 1 untuk Win2K
  • Color depth 8 bit tidak masalah, toh Lab lebih banyak digunakan untuk belajar Programming.
  • Di hitung hitung, biayanya murah loh :))
Tapi, kalau mau yang mantap dan murah tentu cukup 1 Server saja: LTSP, color depth bisa 24 bit, no virus threat, no license to pay, no worry lah....

Rabu, Desember 28, 2005

PC Sampah vs Lingkungan Hidup

Di picu pemberitaan di kompas, berjudul Posisi Microsoft, milis awari dan telematika ramai lagi oleh diskusi mengenai PC Sampah vs Lingkungan hidup. Topik ini Selalu menarik. Setiap kubu memiliki alasannya masing masing. Pendukung PC Sampah beralasan kalo masih bisa digunakan dan murah kenapa tidak? Sedang dari sisi kubu Lingkungan Hidup mengatakan bahwa sekali sampah tetaplah sampah.

Tapi satu hal yang perlu di catat adalah: kubu lingkungan hidup selalu bisa memberikan referensi dan (banyak) link untuk memperkuat argumentasi bahwa memang berbahaya jika kita dijadikan tempat sampah besar dari PC Sampah ini. Sementara pendukung PC Sampah argumentasinya tidak lebih dari alasan-alasan bagus terdengar tapi tidak bisa memberikan referensi yang meyakinkan bahwa sudah ada negara yang berhasil dengan program PC Sampah ini.

Dari salah satu link, menjelaskan jika di tahun 1998 saja ada 20 juta PC "tua" di US. Bayangkan tahun 2005 :( . Tentu saja jika ada cara yang praktis membuang sampah ini mengapa tidak?

Apakah kita memang sudah begitu parah mentalnya sehingga tidak punya kemampuan untuk melihat masalah sebenarnya? masalahnya adalah bagaimana supaya rakyat negara ini di perbaiki kemampuan daya belinya sehingga mampu untuk membeli barang baru. Bukan SAMPAH.

Lebih lanjut baca saja link dibawah:

http://www.svtc.org/cleancc/pubs/sayno.htm
http://www.svtc.org/cleancc/pubs/harm.htm
http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/1839997.stm
http://www.informinc.org/fact_CWPcomputer.php
http://www.svtc.org/cleancc/pubs/technotrash.htm

Jumat, Desember 23, 2005

dari 18,5 juta ke 50 juta

Menurut laporan UNDP-APDIP, pengguna Internet di Indonesia ada 18,5 juta nomer 3 setelah China dan India. Dan yang menarik, menurut laporan tersebut biaya Internet di Indonesia nomer 1 tertinggi! 22,26 USD untuk 20 jam akses. Kondisi Geografis adalah faktor utama dari tingginya biaya ini. Bukanlah hal yang mudah untuk menyebarkan internet di 13.000 pulau.

Meskipun jumlah pengguna berada di atas Thailand yang pengguna Internetnya 6,9 juta tapi dari sisi total penggunaan bandwidth Internasional kita kalah jauh dari Thailand ( 573 Mbps banding 1437 Mbps ).

Laporan ini tidak di klaim sebagai laporan yang lengkap / komprehensif tapi paling tidak bisa di jadikan acuan untuk melihat kondisi per-internet-an di Indonesia.

Sekarang yang saya pikirkan, apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan angka 18,5 ke 50 juta dalam waktu 1-2 tahun ini? sekalian menurunkan angka 22,26 itu menjadi 5USD per 20 jam akses. Think again:
  • Wireless
  • Thin Client
  • Open Source
  • USO
Mengkhayal dikit ah :)

Kamis, Desember 22, 2005

Happy 32 T Day


Minggu lalu Mbak JMS sms ke aku, minta artikel tentang konsekuensi biaya yang keluar dari penerapan UU HAKI. Dalam salah satu pesannya aku diminta untuk menghitung biaya dari 4,7 juta komputer yang ada di Indonesia.

Asumsi yang saya gunakan adalah:
  • 90% PC yang terjual ber OS dan Aplikasi bajakan
  • 10% Sisanya terinstall Open Source Software.
  • 90% dari 4,7 juta = 4,2 juta
  • 100% dari 90% terinstall OS Windows XP + Office = $400
  • 90% dari 90% terinstall Anti Virus dan Utilities = $150
  • 50% dari 90% terinstall Multimedia Software ( Adobe, Corel, Macromedia ) = $470
Sehingga jika dihitung:
  • $400 x 4.200.000 = $ 1.680.000.000
  • $150 x 4.200.000 x 90% = $ 567.000.000
  • $470 x 4.200.000 x 50% = $ 987.000.000
  • Total : $ 3.234.000.000
  • di kalikan dengan Rp 10.000 = 32 Triliun

Nah, pilih mana? Propierty, Open Source/Linux atau Membajak?

Selasa, Desember 20, 2005

Microsoft to cease IE support for Apple's Mac

http://english.people.com.cn/200512/20/eng20051220_229551.html

Users who use Microsoft's IE to read web pages on Mac will soon have to consider another browser. Microsoft will not support IE operation on Mac any longer as of Dec. 31 this year.

That will not be a surprise to Mac users. Microsoft declared the move as early as June, 2003. No upgrading has been made on IE for three years. This means that IE5, instead of IE6 which is used by Windows users, is the latest version that is offered for the Mac system.

Although Mac subscribers can continue browsing with IE for a month after the support ceases, Microsoft has advised them to shift to ¡°more recent web browsing technologies such as Apple's Safari.

IE will not be a problem for Apple users because most of them have applied different browsers on their computers. The only potential trouble is that some web pages can only be accessed through IE.

That does not seem to matter a lot. But that is not the end of the problem. SciVisum, a UK-based company offering web testing service, said one-tenth of web sites in Britain cannot be browsed with Firefox, an open-source browser which is in vogue.

Firefox, Safari and other browsers like Opera are all operational under Apple's Mac OSX operating system.

Berita yang menarik, 1/10 situs web di Inggtis tidak bisa dibrowsing di Firefox, selama ini sih yang tidak saya akses melalui FireFox adalah 17tahun.com (sukurlah hehehehe). Pertanyaannya adalah siapakah yang begitu tolol membuat sebuah situs hanya untuk 1 jenis browser?

Aku bukan pengguna Mac tapi jika IE jalan di Linux pun ogah, karena aku akan kehilangan tab browsing, Adblock dan antarmuka ( interface ) yang sederhana dari Firefox.

hubungan Web Cam dan iptables

Kemarin iseng dengan router di Kampus, kebetulan ada satu kamera wireless dengan IP sendiri. Nah, aku pengen supaya kamera bisa di akses dari internet.

Karena udah lama tidak pegang router, jadilah aku lupa semua :( tapi apa susahnya sih, kan ada internet :) tinggal cari tau dimana bisa baca NAT-Howto. Prosesnya sederhana, jika ada request di port 80 (web) pada router, maka request tersebut di forward ke sebuah IP lain di lokal network. Dengan cara ini, walau ber IP Private, komputer kita tetap bisa di akses lewat internet :)

Perintahnya sederhana:
#iptables -t nat -A PREROUTING -d {ip-public} -p tcp --dport 80 -j DNAT --to {ip-private}
ip-public = ip router
ip-private = ip kamera

Kalo udah tinggal nyari temen buat ngetest akses ke kamera tersebut.


Senin, Desember 19, 2005

Pilkada dan Telematika

Ingat dengan kasus Pilkada di Depok? Kalo gak tau, ceritanya begini: Setelah pilkada (dan ada pemenangnya) hasilnya dibawa ke pengadilan dengan alasan banyak yang seharusnya ikutan memilih tidak ikut memilih.
Di pengadilan hasilnya mengejutkan, sang pemenang dinyatakan kalah dengan logika bahwa yang tidak ikut memilih semuanya dianggap memilih sang pecundang. Logika darimana yang dipergunakan? Saya pikir tadinya logika dari planet Neptunus.

Yang aneh bin ajaib...

Di milis telematika juga ternyata ada yang berlogika sama, walau sudah jelas jelas kalah dalam pooling tetap saja ber alasan bahwa yang pendukung lawan "cuma" 53 orang dan "silent majority" ( 1600 org ) di anggap pendukung.

Pantas lah negeri ini kacau, orang-orang tua kita ternyata tidak di didik berlogika yang baik, padahal sudah berkecimpung di dunia Telematika yang notabene berbasis logik.

Sabtu, November 26, 2005

Suse oh Suse :)

Hari Sabtu di kampus biasanya urusan kerjaan tidak berat, maklumlah namanya juga akhir minggu. lagipula Sabtu kemarin ( 26 Nop 2005) aku cuma dapat tugas untuk bikin logo untuk Sekolah Tinggi Teknologi dan Komputer yang bakal didirikan di Makassar.

Forget about that, kali ini kita ngomongin Suse 10 know as OpenSuse :) karena iso 4 CD sudah di download waktu lebaran kemarin tapi belum sempat di coba. Maka aku bakar lah 4 CD dan dalam waktu 1 jam selesai.

Sampai di kampus, rupanya ada yang berbaik hati untuk menginstall Suse di desktop-nya untuk percobaan. Maka di opreklah komputer tersebut, di bagi bagi partisi ( Suse dapat jatah 9 Gb) dan setelah semuanya siap, CD #1 masuk ke cd-drive, komputer di restart.

No comment about installation, karena aku tidak ikut campur, aku biarin aja rekan yang TIDAK PERNAH install LINUX yang nanganin, aku cuman ngasih tau 1 hal: network di set ke DHCP. So, for all windowers out there masih mau bilang susah install linux? :))

60 menit instalasi selesai.

Tampilan? jangan ditanya, KDE 3.4 bener-bener KOOL dan Suse ini berjalan di RAM 128 minus 8mb buat VGA.

Sekarang, kita bicara so BUG, yups.. setelah selesai menikmati instalasi baru si desktop di restart untuk masuk ke Windows 2000 dan terbukalah sebuah bug, si GRUB tidak bisa loading Partisi Jendela 2000. Coba di googling dan hasilnya memang ada sebuah bug di Suse sehingga dual boot jadi bermasalah.

Berhubung hari Sabtu dan kita lagi males utak atik (ada kok caranya atasi) aku pinjamin CD Ubuntu aja, yes...Ubuntu for the rescue :)) so... Niat mencoba Suse10 berakhir dengan terinstallnya Ubuntu.

Kamis, November 24, 2005

Ubuntu n Kubuntu


2 minggu lalu aku download sister distro dari kambing.vlsm.org ( I love u guys for providing the mirror). Ubuntu dan Kubuntu (Breazy).

Yang pertama dicoba tentu Ubuntu, the most popular distro in year 2005 ( check out distrowatch page ), aku install di desktop kantor.

Instalasi mulus, cuman sedikit bersabar untuk setting Wifi karena harus download ndiswrapper dulu. Tapi setelah semua terinstall. Semuanya berjalan dengan baik.

Desktop Khas ubuntu, neat and clean. Semua yang kita butuhkan ada. OpenOffice2, Gaim, Firefox, Gimp. I'm a happy Man :)

Printer, HP laserjet 1010 terinstall dengan Mulus. No problem again

Network menyenangkan, setelah tidak bisa komunikasi dengan windows server 2003 di Mandriva, maka di ubuntu koneksi berlangsung lancar. Remote Desktop juga tersedia sehingga aku bisa admin kedua mindows (2003+2000) tanpa harus ke konsol.

Peripheral, Logitech Cam terdeteksi, Flash Disk mulus, camera digital terdeteksi dan langsung di buatkan album.

Sistem Update dan Manajemen Software juga bagus, terutama buat yang memiliki koneksi internet berbandwidth lebar.

Yang tidak mulus apanya? Kecepatannya yang tidak mulus, desktop yang aku gunakan: Celeron 2Ghz, 256Mb, 16Mb VGA. Berjalan (jauh) lebih lambat daripada notebook Celeron M360 yg terinstall Mandriva.

Setelah 2 minggu bermain main dengan ubuntu, tiba gilirannya Kubuntu.
Tidak ada perbedaan berarti saat instalasi, cuman beda warna dan huruf "K"

Tapi meskipun tampilan KDE menarik hati, umur distro ini di desktop ku cuman 4 jam. Aku kecewa dengan aplikasi yang di ikutkan oleh Kubuntu. tidak ada Firefox, Gaim (Kopete tidak senyaman Gaim) dan entah mengapa tidak ada GIMP. Remote Desktop ada di menu tapi pas di klik muncul warning mengatakan aplikasi belum di install.

Intinya, Kubuntu terasa tidak sebagus Ubuntu;ini pendapat personal tidak usah ditanggapi :).

Apa boleh buat, seandainya Ubuntu tidak bermasalah dengan kecepatan (yg cukup mengganggu) tentu saat ini desktop ku isinya bukan Mandriva.

Jadi pemenang antara Ubuntu dan Kubuntu adalah: Mandriva LE 2005

Kamis, November 17, 2005

Editor HTML terbaik

Aku musti ngajar HTML...
Pake Macromedia Dreamweaver :((

Yah Sudahlah, tapi pada saat ngajar aku akalin aja :) Dreamweaver di jalankan... tapi code view :p hehehehe Jadi begini sebenarnya, sebelumnya aku harus mengajar HTML ke para PNS via Front Page (hahaha lebih parah lagi nih).

Namun setelah membandingkan keduanya ( DreamWeaver dan FrontPage ) aku sampai pada kesimpulan bahwa Editor yang terbaik untuk belajar adalah: Notepad.

Senin, November 07, 2005

Chat - where ideas come from


Ide muncul dari banyak tempat,

Jaman dahulu kala, saya sering mendengar kalo ide itu paling sering muncul pada saat kita sendiri, merenung, mengkhayal dan berbagai tipe cari ide begitulah, malah kalo mo kembali ke jaman kanak-kanak, saya pengen punya topi ide kayak prof. Langlinglung di komik donal bebek.

Tapi itu dulu, skarang ide ternyata muncul bukan dari menyendiri, merenung ataupun mengkhayal atau punya topi ide seperti Prof. LangLingLung.

Ide saat ini justru muncul saat chat (kumpul -kumpul ngobrol)

baik itu chat langsung dengan teman-teman, maupun chat lewat internet. Ternyata teman teman adalah sumber inspirasi yang tidak ada habisnya. Saya rajin membaca, tapi jarang sekali saya mendapatkan ide baru dengan membaca, tapi kalo udah ngobrol dengan teman teman, semua ide mengalir lancar.

Oh iya, salah satu yang paling sering bikin ide adalah forum diskusi dan milis :) karena di milis lah kita bisa melihat karakter-karakter yang menarik dengan gaya menulis yang khas dan tanpa mereka sadari menunjukkan dengan jelas sekali siapa mereka.

Jadi, tidak usah cari tempat sepi atau merenung bahkan mengkhayal untuk sebuah ide, cukup cari teman dan chat :)

Sabtu, Oktober 22, 2005

Kelompok Pelawak Teknologi Informasi

Humor itu adalah sesuatu yang baik untuk kehidupan, dapat membuat kita tertawa, tersenyum, terkekeh dan melupakan (sejenak) masalah yang menghimpit kita.

Kata-kata orang bijak: Jika kita sudah bisa mentertawai kehidupan ini maka itulah humor yang terbaik, siapa yah pemilik kata kata bijak ini? Jangan jangan saya sendiri :)

Di dunia TI ternyata banyak sekali pelawak yang ternyata tidak kalah lucunya dengan Komeng, Jojon, Mali, Bolot ataupun dengan Aming dkk di extravaganza. Cuman bedanya adalah mereka ini tidak sadar sudah melawak dan membuat orang tertawa, tersenyum, meringis ataupun marah marah ( kata siapa nonton lawakan harus tertawa?) karena mereka tidak bermaksud melawak. Tapi kalo diperhatikan mereka itu lebih lucu dari tontonan tv-tv kita yang cenderung mulai kehabisan akal untuk melucu.

Saya sendiri kadang heran, apakah mereka sudah begitu kehilangan sensitivas di hati nurani sehingga melakukan lawakan yang kadang musti di kritis dengan sangat sarkastis supaya sadar bahwa lawakan mereka sudah masuk golongan lawakan yang tidak lucu?

Lawakan pertama dimulai dengan di buatnya sebuah Konperensi Pelawak Dunia, di konperensi ini para pelawak dan humoris seluruh negara berkumpul untuk bertemu dengan tujuan membuat seisi bumi tertawa dan menghapuskan laughter divide yang menurut mereka sangat penting.

Padahal susah juga yah, macam negara kita buat apa kita musti kumpul kumpul dulu dengan pelawak seluruh negara sementara rakyat kita sebenarnya adalah penghasil pelawak no 1, saking banyaknya pelawak, di milis milis teknologi infomasi pun berkumpul pelawak-pelawak, di departemen negara yang mengurusi TI juga penuh dengan pelawak. eh... yang ini lawakan kedua

lawakan ketiga adalah: dari para pelawak ini ternyata ada yang ngamuk-ngamuk karena tak terpilih untuk ikut rombongan pelawak negara entah karena apa. sehingga lawakers ini akhirnya terus terus melucu melalui berbagai milis supaya lawakan mereka laku dan akhirnya bisa ikutan rombongan lucu-lucuan negara.

Ironis, karena seorang pelawak kondang yang banyak sekali membuat tertawa rakyat Indonesia justru susah mendapatkan visa karena tidak mewakili negara dan satu orang lagi pelawak yang kebetulan rekan saya juga terus menerus di tawari untuk ikut ke Konperensi Pelawak Dunia justru gak minat sama sekali untuk ikutan.

Tapi salah satu Lawakan yang paling top minggu ini ( minggu ke tiga Oktober 2005 ) adalah tentang Surat Lawakan Sakti yang katanya di janjikan salah seorang pelawak pemimpin grup lawak terbesar di dunia TI, dengan surat sakti itu katanya akan menjamin kita bisa tertawa bebas menggunakan perangkat lunak lucu dan aneh dan penuh dengan ijin dan lisensi yang membatasi tertawa. Aneh juga yah kita, kok mau aja tertawa yang terbatas, humor milik kita hanya bisa kita tertawai sendiri, orang sebelah gak boleh ikut tertawa walaupun sangat lucu humor tersebut.

Sampai jumpa di KPTI berikutnya...

Minggu, Agustus 21, 2005

Saya kena Virus!

Setiap kali membaca berita mengenai virus komputer selalu terlintas di pemikiran saya mengapa gangguan virus ini seperti tidak pernah bisa di atasi? Penamaan virus untuk program komputer yang menganggu ini sepertinya cocok betul dengan sifat yang dikandungnya. Bagaimana dengan antivirus? Saya kira sebagian besar pengguna komputer tahu jika anti virus bereaksi setelah virus muncul.

Semakin hari, serangan virus semakin beragam bentuknya dan semakin ganas dan semakin tidak terkendali. Internet menyebabkan penyebaran virus menjadi global dan dalam hitungan menit bisa menyebar keseluruh dunia. Gangguan virus saat ini bisa menyebabkan sebuah organisasi berhenti bekerja menggunakan komputer dalam hitungan hari. Nilai kerugian jangan ditanya lagi, sangat besar.

Kesulitan utama dari penanggulangan serangan virus adalah karena sistem yang anda gunakan memang menyediakan lobang keamanan untuk ditembus oleh virus. Anti virus cuma bisa menjaga dari serangan virus yang sudah diketahui bagaimana dengan virus model baru? Sayang sekali belum ada metoda yang efektif, sehingga selalu harus ada korban dulu baru dibuatkan anti virusnya. Sebagian pengguna komputer bahkan sudah pasrah dan menganggap virus sebagai suatu wajar dalam lingkungan komputer.
Virus, disebabkan sebuah kelemahan dari sistem operasi yang sebenarnya cukup mengherankan kenapa sampai sekarang kelemahan itu masih "dipelihara", apakah disebabkan bisnis software anti virus yang nilainya sudah mencapai miliran dollar? Bisa jadi, tapi hal itu tidak usah kita pikirkan jika kita termasuk orang-orang yang bisa dan mau bebas dari virus komputer.

Apakah anti virus adalah satu-satunya cara menghindari serangan virus ini? Tidak, ada beberapa hal yang musti dilakukan dalam menghindari virus. Namun, sayang sekali kenyataan menunjukkan bahwa hal ini lebih banyak disadari sebagian pengguna komputer yang tingkatannya sudah ahli sehingga sedikit sekali pengaruhnya dan itupun belum menjamin 100%.

Percayakah anda jika saya mengatakan bahwa sistem komputer kita bisa bebas 100% dari virus? Bahkan tanpa perlu melakukan perlakuan khusus, software anti virus ataupun ketakutan membuka dokumen dari internet. Silahkan tidak percaya, tapi sejak saya menggunakan Linux saya tidak pernah kuatir dengan virus komputer dan derivatifnya. Selama bertahun-tahun saya menatap kasihan kepada orang-orang yang datang kemudian berkata "Komputer saya kena virus apa yang harus saya lakukan?" padahal yang dia lakukan di komputer hanyalah mengetik dan membuat laporan.

Cara yang paling manjur untuk tidak kena virus komputer adalah menggunakan Operating System Linux, perkembangan yang sangat cepat membawa Linux ke era baru dimana penetrasinya sudah bukan lagi di area Server dan Jaringan tapi sudah merambah ke meja-meja kerja korporasi, rumah dan pengguna umum komputer. Operating System bebas pakai sudah mencapai titik dimana pemakaian dan perawatannya mudah dan gampang. Anggapan bahwa Linux susah digunakan sebenarnya hanya isu kuno yang dilancarkan oleh produsen operating system yang takut pasarnya digeser oleh Linux. Isu itu tidak pernah terbukti malah yang terjadi semakin banyak pribadi, perusahaan bahkan negara yang mengadopsi linux kedalam sistem komputer mereka.

Kalimat "mudah digunakan" itu sendiri sangat relatif mengingat bagaimana kesulitan kita bila terkena serangan virus (dan besar kemungkinan anda pasti kena) maka slogan "userfriendly os" bisa berubah menjadi "user nightmare", belum lagi biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan linux dibanding dengan OS lain. "Kemudahan itu muncul dari kebiasaan", jika kita terbiasa menggunakan linux maka dijamin yang terasa mudah adalah linux. Sama halnya dengan mereka yang terbiasa menyetir sebelah kiri kemudian harus mengendarai mobil bersetir kanan maka wajar jika terasa kagok di awalnya, bahkan pindah dari mobil Jepang ke mobil Eropa saja kadang bikin kejadian lucu, mau belok yang dinyalakan wiper.

Kamis, Agustus 18, 2005

Telur atau Ayam?

Didalam sebuah diskusi milis IT seorang rekan menuliskan:

Dunia pendidikan cakupannya terlalu luas untuk di jabarkan 8-) . IMHO di dunia pendidikan tidak berkonsentrasi pada Migrasi atau semacamnya.. tapi justru lebih menekankan akan aspek pendidikannya.. dan pengetahuan IPR memang perlu di lakukan akan tetapi butuh waktu .. dan pengorbanan ..karena terlanjur menikmati 8-((

Sorry Friend, but I'm not agree with you ;-) saya berpendapat bahwa dunia pendidikan lah awal dari segalanya. Sehingga apa yang mereka pelajari di sekolah dan Kampus akan mempengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak ketika terjun ke masyarakat nanti.

Kata-kata migrasi sepertinya memang tidak ada hubungannya dengan pendidikan padahal sebenarnya sangat berhubungan. Saat ini siswa-siswa kita di ajarkan cara menggunakan perangkat lunak dan tidak diajarkan bagaimana sebuah perangkat lunak dibuat dan bagaimana cara menghargai pembuat perangkat lunak tersebut.

Sistem pendidikan berbasis software bajakan menghasilkan siswa-siswa yang tidak menghargai HAKI. Lebih sebagai pengguna (=konsumtif) dan tidak dirangsang untuk menjadi pribadi yang produktif (=produsen). Sungguh suatu kondisi yang dilematis sebab saat ini sangat sulit mencari guru yang mampu mengajarkan IT ini secara benar dan bukan sekedar mengajarkan memakai sebuah produk.

Migrasi ke sistem yang menghargai HAKI, migrasi ke sistem yang membuat siswa-siswa kita menjadi jiwa yang produktif. Migrasi yang membuat siswa-siswa kita berpikiran bebas dan tidak terkungkung dalam satu produk.

Jadi mana yang duluan? Telur atau Ayam?

Rabu, Juli 20, 2005

GNU - General Public License

GPL adalah bentuk lisensi yang menarik sebab bentuknya sangat bertentangan dengan lisensi-lisensi lain yang biasanya bersifat mengikat dan membatasi penggunaan dari sesuatu yang di lisensikan. Saya sendiri sangat pro dengan lisensi GPL karena sifatnya yang memberikan kebebasan. Beberapa hal yang saya catat dari lisensi ini adalah:

"When we speak of free software, we are referring to freedom, not price. Our General Public Licenses are designed to make sure that you have the freedom to distribute copies of free software (and charge for this service if you wish), that you receive source code or can get it if you want it, that you can change the software or use pieces of it in new free programs; and that you know you can do these things."

Tulisan di atas terdapat pada Preamble GPL, perhatikan kalimat " We are referring to freedom not price" kemudian kalimat "(and charge for the services if you wish)". Kalimat free software sering di konotasikan dengan "gratis" padahal arti sesungguhnya adalah "bebas" dalam kebebasan itu kita diperbolehkan untuk menarik bayaran atas pelayanan yang kita berikan sehubungan dengan software tersebut. Bahkan ada tuduhan keji dari pihak software propierty yang mengatakan bahwa lisensi GPL itu berpaham sosialis/komunis padahal sudah jelas bahwa lisensi GPL membolehkan kita melakukan komersialisasi terhadap software tersebut.

sekarang mari kita lihat lagi catatan berikut yang ada pada bagian Terms & Condition for Copying, Distribution and Modification:

1. You may copy and distribute verbatim copies of the Program's source code as you receive it, in any medium, provided that you conspicuously and appropriately publish on each copy an appropriate copyright notice and disclaimer of warranty; keep intact all the notices that refer to this License and to the absence of any warranty; and give any other recipients of the Program a copy of this License along with the Program.

You may charge a fee for the physical act of transferring a copy, and you may at your option offer warranty protection in exchange for a fee.

Bagian 1 dengan jelas memberikan hak kepada kita untuk menggandakan dan mengedarkan hasil penggandaan kode program dalam media apa saja. Kita juga diwajibkan untuk selalu menyertakan copy dokumen lisensi didalam media yang terdapat copy program tersebut. Inilah mengapa setiap kali mendapatkan sebuah program berlisensi GNU di dalamnya selalu ada file text berisi lisensi GNU ( file text tersebut biasanya diberi nama: COPYING)

Dan sekali lagi ada kalimat yang membolehkan kita meminta bayaran! baik untuk media fisik maupun pelayanan yang berbentuk jaminan perlindungan terhadap penggunaan software tersebut.

Mengenai jaminan, mari kita lihat pernyataan yang sangat jujur :) dari lisensi ini:

11. BECAUSE THE PROGRAM IS LICENSED FREE OF CHARGE, THERE IS NO WARRANTY FOR THE PROGRAM, TO THE EXTENT PERMITTED BY APPLICABLE LAW. EXCEPT WHEN OTHERWISE STATED IN WRITING THE COPYRIGHT HOLDERS AND/OR OTHER PARTIES PROVIDE THE PROGRAM "AS IS" WITHOUT WARRANTY OF ANY KIND, EITHER EXPRESSED OR IMPLIED, INCLUDING, BUT NOT LIMITED TO, THE IMPLIED WARRANTIES OF MERCHANTABILITY AND FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE. THE ENTIRE RISK AS TO THE QUALITY AND PERFORMANCE OF THE PROGRAM IS WITH YOU. SHOULD THE PROGRAM PROVE DEFECTIVE, YOU ASSUME THE COST OF ALL NECESSARY SERVICING, REPAIR OR CORRECTION.

12. IN NO EVENT UNLESS REQUIRED BY APPLICABLE LAW OR AGREED TO IN WRITING WILL ANY COPYRIGHT HOLDER, OR ANY OTHER PARTY WHO MAY MODIFY AND/OR REDISTRIBUTE THE PROGRAM AS PERMITTED ABOVE, BE LIABLE TO YOU FOR DAMAGES, INCLUDING ANY GENERAL, SPECIAL, INCIDENTAL OR CONSEQUENTIAL DAMAGES ARISING OUT OF THE USE OR INABILITY TO USE THE PROGRAM (INCLUDING BUT NOT LIMITED TO LOSS OF DATA OR DATA BEING RENDERED INACCURATE OR LOSSES SUSTAINED BY YOU OR THIRD PARTIES OR A FAILURE OF THE PROGRAM TO OPERATE WITH ANY OTHER PROGRAMS), EVEN IF SUCH HOLDER OR OTHER PARTY HAS BEEN ADVISED OF THE POSSIBILITY OF SUCH DAMAGES.

Kalimat di atas sering sekali dijadikan alasan produsen software propierty untuk menyerang lisensi GNU dengan memberikan pernyataan bahwa "tidak ada jaminan perlindungan terhadap pengguna software berlisensi GNU". Ini sebenarnya adalah tuduhan yang tidak berdasar. Apakah anda pengguna legal software propierty? Pernahkah anda mengalami serangan virus? Jika memang ada jaminan perlindungan dari vendor, cobalah anda menuntut vendor tersebut untuk memberikan jaminan perlindungan terhadap kehilangan data anda akibat kecerobohan vendor tersebut membuat sistem yang tidak aman dari gangguan virus. Sekali lagi, justru lisensi GNU memberikan kita kebebasan untuk mencari dukungan teknis sebab sifatnya yang bebas membuat banyak pihak yang mampu menguasai teknologi dan memberikan anda dukungan teknis dan jaminan terhadap perlindungan data anda.

Jika orang amerika selalu bangga menyebut negaranya sebagai "It's a free country", maka saya juga selalu bangga menggunakan "free software" yang membuat saya terbebas dari batasan-batasan dan aturan yang tidak perlu dan tidak melanggar aturan yang prinsip. GNU/GPL bukanlah tipe gerakan seperti "flower generation" yang melawan perang dengan berbuat mesum atas nama perdamaian. GNU/GPL adalah gerakan untuk membebaskan ilmu dan teknologi kesemua orang dibumi ini dan siapakah kita ini yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi selain dari izin Allah? Siapa kah kita ini yang merasa memiliki hak atas ilmu pengetahuan dan teknologi padahal kita tahu bahwa semua ilmu dan teknologi itu adalah untuk kesejahteraan umat manusia.

Senin, Juli 18, 2005

Gerakan Hemat Nasional melalui Open Source

Melihat judul di atas tentu anda sekalian bertanya-tanya apa hubungannya gerakan hemat nasional dengan open source? Lewat mana kita berhemat dengan menggunakan open source? Mari kita lihat konotasi hidup hemat itu dahulu, hidup hemat berarti kita mengatur hidup kita sehingga kita tidak melakukan pemborosan yang tidak perlu terhadap sumber daya yang kita miliki. Inti dari semuanya adalah: menghemat pengeluaran sumber daya keuangan kita.

Nah, marilah sekarang kita melihat ke sudut pandang yang lebih luas lagi. Jika tadi kita berpikir ke penghematan uang yang kita miliki maka sekarang mari kita lihat dari sisi penghematan uang yang bisa di hemat oleh negara ini baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat dengan menggunakan Perangkat Lunak Open Source.

Indonesia, peringkat no 5 negara pembajak software.
( http://ecommercetimes.com/story/43181.html )
87% software yang beredar di Indonesia adalah software bajakan. Kita berada di peringkat no 5, di atas Indonesia ada Vietnam (92%), Ukraine (91 %), China (90 %), Zimbabwe (90 %). Alasan terbesar orang membajak software karena : harga software tidak terjangkau (baca: mahal).

Melihat peringkat ini bukan berarti negara kita tidak ada usaha untuk memperbaikinya, Sejak tahun 2002 telah berlaku UU HAKI. Namun konsekuensi pelaksanaan UU ini lah yang harus kita perhitungkan dan dari sisi konsekuensi UU HAKI inilah penulis mengajukan Gerakan Hemat Nasional melalui Open Source.

Kebanyakan kita tahu bahwa harga software propierty itu mahal namun berapa banyakkah dari kita yang sadar seberapa mahal sebenarnya harga software tersebut. Marilah kita mencoba melakukan perhitungan sederhana yang akan memberikan gambaran seberapa mahal sebenarnya software propierty tersebut.

Jumlah Penjualan PC di Indonesia.
Jumlah PC yang terjual di Indonesia pada tahun 2004 yang mencapai angka 1.000.000, 60% diantaranya adalah pc rakitan.
harga software propierty yang sangat umum digunakan:
sumber: http://www.bhinneka.com/
WinXP Home Edition : US$ 79
Microsoft Office 2003 : US$ 312
------------------------------------------------
Total : US$ 391

Jika total harga tersebut di atas dikalikan dengan jumlah dari pc yang terjual maka jumlah uang yang kita berikan kepada pembuat software tersebut adalah :
US$ 391 x 1.000. 000 pc = US$ 391.000.000 x Rp 10.000,- = Rp 3.910.000.000.000
Suatu jumlah yang fantastis! Itu baru untuk tahun 2004, padahal saat tulisan ini dibuat sudah Juli 2005. Itu pun baru menghitung untuk dua buah lisensi penggunaan software, padahal kita semua tahu didalam sebuah pc ada lebih dari dua macam software yang kita butuhkan. Mau contoh? Antivirus, Desain Grafis termasuk yang paling umum berada dikomputer kita.

Makin kelihatankan borosnya kita? Dan percaya atau tidak, uang tersebut sebagian mulai mengalir sejak anda membaca tulisan ini kecuali para pengguna pc di negara ini mulai bermigrasi ke Open Source.

Penulis mengakui jika masih ada kesulitan dalam menggunakan software Open Source, tapi sebagai negara yang miskin (akui sajalah ndak usah sok kaya!) maka kesulitan tersebut wajar adanya mengingat biaya yang bisa kita hemat dan biaya tersebut bukankah lebih wajar di arahkan ke bidang pendidikan dan pelatihan ataupun penelitian dibidang IT. Efek lain adalah: kita bisa membangun daya saing bangsa kita di bidang teknologi informasi tanpa bergantung kepada satu pihak (ingat: Open Source tidak dimiliki oleh satu negara manapun), hal yang boleh dibilang tidak mungkin jika kita menggunakan software propierty yang bersifat tertutup dan lisensi-nya sangat mengikat penggunanya.

Sekarang terlihat jelas betapa borosnya kita jika menggunakan software propierty. Membajak adalah salah, tapi lebih salah lagi memboroskan devisa kita ke suatu hal yang kita tahu ada pilihan lain yang lebih hemat, aman dan legal. Lagi pula contoh di atas belum mengikutkan biaya yang kita tanggung jika terkena virus, spyware, adware dan berbagai gangguan lain yang sering terjadi di lingkungan propierty/Windows. Banyak yang beralasan bahwa mempelajari Open Source membutuhkan waktu padahal waktu yang kita gunakan itu bisa kita anggap investasi dibandingkan waktu yang kita gunakan untuk mengumpulkan uang untuk membeli software propierty.

Sebenarnya masih banyak sekali efek positip dari penggunaan software open source terhadap kondisi negara kita saat ini tapi yang paling utama adalah hilangnya ketergantungan teknologi. Ketergantungan teknologi adalah suatu hal yang membahayakan. Kita bisa lihat pemicu gerakan hemat nasional adalah ketergantungan kita terhadap bahan bakar minyak. Seandainya kita punya alternatif tentu lain ceritanya. Jadi beruntunglah mereka yang bekerja di bidang TI karena kita telah memiliki solusi terhadap ketergantungan teknologi.

Negara-negara di dunia yang menggunakan Open Source di Pemerintahan
Daftar negara-negara yang menggunakan Open Source sebagai perangkat lunak utama di Pemerintahan semakin hari semakin banyak. Beberapa yang sempat penulis catat adalah: Brazil, Paraguay, Jerman, Prancis, Singapura, Negara bagian Massacushets di Amerika Serikat juga sedang dalam proses migrasi menggunakan Open Source di kegiatan sehari-hari pemerintahan.

Salah satu yang migrasi besar-besaran adalah yang dilakukan oleh Brazil. Mereka mentargetkan 80% dari komputer Pemerintah sudah menggunakan Open Source di tahun 2006. Alasan terbesar mereka adalah penghematan biaya lisensi yang harus mereka bayarkan jika menggunakan Software Propierty.

Tetapi alasan penghematan sebenarnya bukan satu-satunya alasan yang menguatkan alasan mengapa kita sebaiknya berpindah ke Open Source, kesempatan untuk menguasai teknologi canggih tanpa harus memikirkan biaya lisensi, Terbukanya kesempatan yang luas untuk generasi muda kita ikut berpartisipasi ke proyek-proyek Open Source, Kustomisasi Teknologi sesuai dengan kebutuhan kita (sekali lagi tanpa harus memikirkan biaya lisensi) dan paling utama adalah “Budaya Open Source” yang telah terbukti memunculkan budaya menulis, meneliti, dan mendokumentasi. Open Source juga telah terbukti memunculkan para entrepreneur teknologi di Indonesia, perkembangan dunia Internet Indonesia tak lepas dari anak-anak muda kreatif yang menggunakan Open Source sebagai sarana mereka berkarya. Bahkan sebagian besar dari mereka merupakan aktivis teknologi yang rajin membagi ilmu mereka kepada masyarakat Teknologi Informasi Indonesia (dan dunia) melalui tulisan-tulisan mereka di mailing list, buku dan pertemuan-pertemuan ilmiah.

Open Source Bukan aplikasi Semata
Migrasi ke Open Source bukan semata perpindahan dari aplikasi tertutup ke aplikasi terbuka. Negara bagian Massacushets sendiri mengambil sisi melepaskan ketergantungan terhadap format dokumen yang tertutup ke format dokumen terbuka. Saat ini kita tidak sadar, bahwa menggunakan format dokumen tertutup memiliki kelemahan dalam hal ketergantungan terhadap produsen format tersebut. Menggunakan format dokumen terbuka menghilangkan ketergantungan tersebut dan Aplikasi-aplikasi open source menggunakan format dokumen terbuka sebagai standar dokumen mereka. Bukankah merupakan suatu kesalahan fatal jika ternyata dokumen penting yang kita buat saat ini ternyata beberapa tahun kedepan tidak bisa dibuka lagi karena format tersebut sudah tidak didukung oleh produsen software atau lebih parah lagi, kita memerlukan lisensi khusus (ketergantungan lagi!) hanya untuk membuka file file kita yang lama.

Kondisi ini sudah terjadi terhadap format format dokumen lama ( kebanyakan pengguna sudah tidak bisa membuka file file yang mereka buat menggunakan aplikasi aplikasi lama yang sudah tidak tersedia). Penggunaan Format Dokument Terbuka menghindari kita dari kondisi ini.

Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis mengusulkan ke Pihak Pemerintah RI mengambil kebijaksanaan untuk segera menetapkan penggunaan Open Source sebagai Perangkat Lunak Utama di Pemerintahan dan Pendidikan, jika kita menetapkan tahun 2005 ini untuk mulai migrasi ke Open Source, maka penulis perkirakan di tahun 2007-2008 kita akan lepas dari ketergantungan teknologi dan tudingan (yang seenaknya) dari lembaga-lembaga internasional bahwa kita adalah 5 besar pembajak software dan kita mampu memperkecil apa yang sering disebut sebagai digital divide tanpa kita harus mengeluarkan biaya yang mahal, tidak perlu dan tidak masuk akal. Suatu langkah yang elegan, terhormat tanpa mengeluarkan biaya yang tidak perlu.