iklan test

Senin, Januari 07, 2008

There’s Something about Sinetron kita!

Saya belum menjadi penonton Sinetron. Mendingan saya browsing, blogging atau nge-game. Barusan daengrusle juga menulis satu hal lagi yang menurut saya menambah alasan jangan menonton sinetron di dalam tulisannya: There’s Something about Sinetron kita!. Mungkin sudah waktunya ada gerakan "Jangan menonton Sinetron dan Infotainment".

Paket Merdeka Dell-Awari

Jumat, Januari 04, 2008

Cara lama :)


Walaupun sudah tersedia milis, blog, dan lain lain.. tapi cara lama jangan di lupakan :)

Kamis, Januari 03, 2008

Tahun Baru = Rumah Baru

Ya memang bukan rumah beneran :) tapi tempat nge-blog baru: http://irwinday.web.id , bagaimana dengan blog ini? tetep kepake buat foto blogging, soalnya di rumah baru ini masih tipe 100 alias spacenya cuma 100MB.

Rabu, Desember 05, 2007

The OpenCD menjadi OpenDisc

Free Open Source Software (FOSS) biasanya identik dengan Linux. Sehingga kaum Windower (windows user) kadang tidak menyangka bahwa mereka pun bisa memanfaatkan FOSS dengan segala kelebihannya. Hal ini wajar saja, karena di awalnya, aplikasi-aplikasi FOSS hanya tersedia di platform Linux/Unix. Seiring dengan meningkatnya kualitas aplikasi-aplikasi FOSS maka banyak permintaan agar aplikasi tersebut juga bisa digunakan di platform Windows. Hal ini lah yang menyebabkan saat ini aplikasi-aplikasi yang populer di platform Linux tersedia juga di platform Windows.

Masalahnya adalah: Aplikasi tersebut tersebar di internet dan pengguna harus mendownload satu persatu aplikasi yang dibutuhkan. Open CD Project mencoba memudahkan dengan menyatukan aplikasi-aplikasi yang populer dan berkualitas (dan tentu saja: bebas!) ke dalam satu CD. Saya termasuk orang yang sering menyarankan penggunaan FOSS dan yakin bahwa interfensi aplikasi FOSS ke platform Windows adalah cara yang jitu untuk menurunkan ketergantungan terhadap aplikasi proprietary.

Saat ini Open CD Project sudah tidak diteruskan lagi pengembangannya. Situsnya masih aktif seperti yang bisa dilihat di screenshot di bawah. Namun teknologinya tetap ada yang meneruskan, ini khas dunia Open Source. Tutupnya sebuah project bukan berarti kiamat.

Open CD Web

Situs The OpenCD Project

Yang paling mendekati dari model Open CD Project ini adalah OpenDisc. Bahkan versinya pun mengikuti Open CD Project. Versi OpenCD terakhir adalah 7.04, sementara versi terbaru (dan pertama) dari OpenDisc adalah 7.10 . Bagi penggemar Ubuntu nomer versi ini tentu terasa familier :) . Kalau sempat perhatikan, di CD Ubuntu (sampai 7.04) selalu terselip aplikasi FOSS under Windows alias Open CD Project ;)

Apa hubungannya dengan Warnet? Warnet umumnya masih enggan menggunakan linux tapi cuma mampu membeli lisensi OS. Walaupun OS sudah Original, namun tidak berarti apa apa tanpa aplikasi. Karena tidak mampu membeli lisensi aplikasi yang mahalnya tak terkira tersebut maka Open CD Project (sekarang OpenDisc) adalah solusinya. cukup download ISO atau torrent-nya, burn ke CD dan nikmati aplikasi-aplikasi bermutu yang bebas pakai.

Situs OpenDisc

Situs OpenDisc

Yang menarik adalah: OpenDisc tersedia juga dalam versi Edukasi dengan nama OpenEducationDisc. Isinya? Tentu saja aplikasi-aplikasi untuk pendidikan. Jadi bagi mereka pengguna Windows yang ingin menikmati FOSS namun masih ragu berpindah ke Linux, nikmati dulu versi Windows-nya. Satu waktu jika anda bosan dengan Windows karena terlalu banyak gangguan virus, malware, spyware (baik resmi atau tidak) atau mau berhenti membajak os :p maka pindah ke Linux sudah bukan masalah besar karena anda sudah familier dengan aplikasi-aplikasi FOSS

Kamis, November 29, 2007

Busway, Portal dan Polisi Tidur

Semasa masih kecil yang paling saya ingat dari Jakarta adalah daerah Kemayoran, karena saat itu Bandar Udara Kemayoran masih berfungsi. Saya ingat karena begitu keluar dari areal Bandara langsung berhadapan dengan kali yang berisi segala macam. Ingatan berikutnya melayang ke Taman Mini dengan luasnya yang menakjubkan untuk seorang anak-anak :) Dimasa SMP lain lagi, yang berkesan di kepala adalah Ancol dan Dufan. Jaman SMA saya praktis tidak pernah ke Jakarta, hingga akhirnya kuliah di Gunadarma Depok.

Di masa Kuliah, yang teringat adalah tiap pagi harus berebut tempat di metromini, bis ppd hingga akhirnya sampai di kampus menggunakan miniarta. Tawuran siswa dan berbagai model bus kota lah yang teringat, bagaimana dengan Monas, Ancol, Taman Mini? Boro-boro ingat, saya lebih memilih ke Bali atau lombok untuk liburan.

Sekarang, saya balik lagi ke Jakarta. Setelah hampir 2 tahun, ternyata ciri Jakarta yang tertanam di kepala saya adalah Busway, Portal dan Polisi Tidur. Setiap hari kerja saya adalah pengguna busway dan merasa sangat tertolong. Tidak terbayang jika harus ke kantor menggunakan kendaraan pribadi ataupun moda transportasi lainnya.

Setiap pagi pula saya melewati berbagai polisi tidur dan portal. Sebuah jalan di daerah hang tuah terdapat sekitar 10 polisi tidur untuk jarak tidak lebih dari 200 meter. Suatu bentuk egoisme yang tidak terbayangkan. Portal juga menjadi halangan tersendiri, saya pernah kebingungan dan harus berputar-putar di dalam sebuah perumahan untuk mencari jalan keluar. Aneh bin ajaib karena selama 3 tahun tinggal di Bali dan sekian tahun di Makassar, baru kali ini saya melihat betapa masifnya penggunaan polisi tidur dan portal. Sudah begitu parahnya kah hidup di Jakarta?

Minggu, November 18, 2007

No Telpon Info Jalan Tol

Dua minggu terakhir saya sering bolak-balik Bandung-Jakarta dan tentu melalui jalan Tol. Biasanya dalam perjalanan saya menyaksikan kejadian kecelakaan yang telah terjadi yang ditandai dengan melambatnya trafik lalu lintas karena para pengguna mengurangi kecepatan untuk melihat kejadian tersebut.

Namun kemarin saat dalam perjalanan pulang ke Jakarta, saya melihat langsung sebuah kecelakaan di KM 86. Kira-kira 200m didepan saya sebuah VW Beetle Putih yang entah selip atau bersenggolan dengan kendaraan lain kehilangan kontrol, spin, dan kemudian terbalik. Kondisi jalan saat itu cukup ramai dan rata-rata kendaraan melaju pada kecepatan 100km/jam. Kondisi tersebut tidak memungkinkan saya berhenti tiba-tiba karena beresiko di tabrak dari belakang.

Yang terpikir selanjutnya adalah melaporkan kecelakaan tersebut. Saat itulah saya sadar betapa minimnya informasi nomer telepon yang bisa dihubungi untuk melapor. Papan informasi pertama yang saya dapatkan adalah di sekitar KM 77-76 (10 km dari kejadian). Melihat sepintas, ada 2 nomer, saya ingat satu: 022 91196666. Sayang, tidak ada yang mengangkat. Wah, kok nomer penting tersebut malah tidak ada yang melayani.

Dengan perasaan campur aduk saya penasaran di KM berapa lagi sebelum papan informasi tersebut tersedia. Akhirnya di antara km 65-67 ada sebuah papan lagi. kali ini saya mencoba nomer yang satu lagi: 022 2021 6666, kali ini ada yang mengangkat dan kecelakaan tersebut saya laporkan. Kesan yang saya terima, kejadian tersebut belum ada yang melaporkan. Mudah-mudahan penumpang VW tersebut selamat.

Saya harapkan nomer darurat jalan tol ini harus di pasang lebih banyak, kalo perlu ditiap kilometer terpasang papan info no. darurat ini. Saya merasa ngeri membayangkan jika saya yang menjadi korban kecelakaan, punya ponsel, tapi tidak tahu harus menghubungi siapa saat kecelakaan menimpa.

Jumat, November 16, 2007

Saya ingat asalnya dari mana :)

Foto di bawah ini di ambil dari sebuah baliho di sudut jl. Fatmawati, Jakarta Selatan. Saya tergelitik karena ingat asalnya foto itu dan korelasinya terhadap tema yang diusung.


hint: googling "iwo jima picture"

Kamis, November 01, 2007

Selasa, Oktober 30, 2007

Gmail Blooper :)

Yang bener "subjek" atau "Sujek" ? ;)

Senin, Oktober 29, 2007

Mybloglog yang Aneh

Sejak masuk sebagai salah satu layanan Yahoo! mybloglog menjadi aneh (dan menjengkelkan). Mereka yang menggunakan layanan email lain akan diminta login menggunakan Yahoo! ID, setelah login (dengan Yahoo! ID) maka kita diminta login dengan ID yang lama ( email address ) dan password, dan meng-klik "OK, Take me to Step 2". selesai? Nggak juga, yang tampil adalah layar sign in Yahoo! ID lagi :( dan proses awal pun berulang lagi. Dan yang terjadi ada looping proses yang sama berulang-ulang.

Apakah ada diantara pengguna mybloglog yang mengalami hal yang sama? Saya sih sudah frustasi dan memutuskan untuk tidak peduli lagi. Terserahlah, mo bagus ato nggak mybloglog ini.

dibawah ini urutan screen shot nya:


Setelah klik Sign In with Yahoo ID, proses berulang kembali :)

Jumat, Oktober 26, 2007

Undangan Halal Bi Halal AWARI

Rekan-rekan Warnet Yth,

Asosiasi Warung Internet Indonesia akan mengadakan Halal Bi Halal yang Insya Allah akan di lakukan pada:

  • Hari: Minggu
  • Tanggal: 28 Oktober 2007
  • Tempat: Sekretariat Awari, Jl. Hang Lekir Raya No. 2, Jakarta Selatan
  • Jam: 11.00 - 15:00

Diharapkan para Anggota dan Non-anggota yang berkesempatan dapat hadir
mengingat di Acara ini selain merupakan sarana Silatuhrahmi antar Warnet, dari AWARI akan membicarakan point penting mengenai pendirian Koperasi AWARI yang rencananya akan dideklarasikan di Acara Halal bi Halal tersebut.
Agenda Acara Halal bi Halal:

  • Ramah Tamah
  • Diskusi dan Tukar Pengalaman Mengelola Bisnis Warnet
  • Kiat-kiat Bisnis Warnet
  • Presentasi dan Deklarasi Koperasi Warnet

bagi yang berminat hadir di mohon untuk mengirimkan email dengan subject “[KONFIRMASI]” ke register_at_awari.or.id atau menghubungi nomer telepon sekretariat AWARI di 021-715 15 122

Salam AWARI,
Irwin Day
Ketua Umum
http://awari.or.id

Kamis, Oktober 25, 2007

Karebosi oh Karebosi

Ada sebuah humor sarkastis lama di kalangan orang-orang di Makassar:

Alkisah seorang bangsawan tua miskin yang sakit-sakitan dan merasa hidup dia tidak lama lagi. Singkat cerita ia memanggil dua orang anaknya si Baco dan si Kulle (keduanya nama khas Makassar). Kedua anak tersebut kemudian duduk terpekur di hadapan sang Orang tua.

OT: Baco..(nada pelan)
Baco: Iye Puang..
OT: Kulle..
Kulle: Iye Puang..
OT: Tenamo sallo kusa'ring wattuku anne... {waktuku rasanya tidak lama lagi}
Baco dan Kulle terdiam dan mulai terisak...
OT: ero' ngasengko ku sare naseha', anjariko to baji {aku ingin memberimu nasehat, jadilah orang yang baik} teako ngai a' ricu-ricui si agannu...{jgn suka ribut-ribut antar kamu}
Baco+Kulle: isakan keduanya makin keras
OT: punna tenama, teako baluki {jika aku tiada nanti jangan kamu jual}...(terbatuk-batuk)
Baco: teaki baluki apa Puang? {jangan jual apa?} Baco dan Kulle bingung, l? karena mereka saat ini tidak punya apa-apa.
OT: teako baluki StadionG Mattoanging siagang Karebosi {jangan kamu jual stadion mattoanging dan lapangan karebosi}
Baco dan Kulle makin berdebar-debar, tak tahan... Baco pun bertanya
Baco: Anggapa tena kulle kibaluki Puang? Jai doe' ta' punna kibaluki? {mengapa tidak bisa saya jual? Saya bisa banyak duit kalo dijual?}
OT: Tena Kulle!!!{tidak bisa!!!} (dengan suara keras) Apa' TEAI IKAU PATA!!!{karena kamu bukan pemiliknya!!!}

Humor tersebut akhir-akhir ini sering terdengar lagi di kalangan masyarakat Makassar. Penyebabnya adalah rencana Walikota Makassar untuk "Revitalisasi Lapangan Karebosi". Sebuah rencana dengan gambar megah, tapi siapapun tahu: Gambar yang megah itu bukanlah jaminan publik kota Makassar tidak akan kehilangan (lagi) satu buah landmark bersejarah. Pak Wali mungkin sudah lupa humor lama di atas. Apakah kurang banyak Mall di Makassar sehingga perlu membangun Mall di bawah lapangan Karebosi?

Pak Walikota dan Anggota DPRD yang terhormat, jika di masa depan proyek ini menyebabkan Lapangan Karebosi akhirnya dimiliki oleh pribadi atau perusahaan dan bukan lagi oleh masyarakat yang selama ini bebas menggunakan lapangan tersebut untuk jogging, main bola, bersepeda, ber senam pagi maupun hanya sekedar berjalan-jalan sore maka anda semua akan dikenang oleh generasi mendatang dengan catatan kelam.

Oh Karebosi.... kamu cukup diperbaiki, tidak perlu di jual...

Rabu, Oktober 24, 2007

Selasa, Oktober 23, 2007

Pesta Blooger :)

Pesta Blogger 2007

Saya sebenarnya kurang memperhatikan soal pesta blogger ini sampai teman-teman di milis AngingMammiri mencari perwakilan untuk hadir di acara tersebut.  Ya, kenapa tidak :) karena bagi mereka yang di Makassar butuh biaya yang tidak sedikit untuk hadir.  Toh saya identitas "Makassar" saya belum hilang walau sudah tinggal di Jakarta.

Ide yang menarik dan bagus, mungkin judulnya terasa kurang pas :D  saya lihat beberapa blogger melihat "kumpul blogger" sebagai judul yang lebih cocok.  Tapi apalah artinya judul hehehehe... yang penting semangat untuk berkumpul dan menghasilkan tulisan-tulisan yang menambah arti bagi ranah blogger.


BTW, hari ini saya iseng lihat-lihat pestablogger.com dan ternyata nama saya sudah terdaftar ;)



Bagi para pencetus dan pelaksana acara ini, selamat! Anda baru saja membuat sejarah mengumpulkan para blogger dengan jumlah yang menurut saya sangat besar, mencapai ratusan orang.

Sampai ketemu di Pesta Blogger!

Senin, Oktober 08, 2007

Jumat, Oktober 05, 2007

Senin, Agustus 27, 2007

[pengumuman] Press Conference Dell Awari

Anggota Awari Yth,

Dell dan Awari akan mengadakan Press Conference kepada media
sehubungan dengan Penandatangan LOI Paket Merdeka pada:

- Hari: Kamis
- Tanggal: 30 Agustus 2007
- Jam: 10:00 sampai selesai
- Tempat: Intercontinental Jakarta

Keterangan mengenai Paket Merdeka dan formulir pemesanan dapat di
lihat di website awari, http://www.awari.or.id

Peta Hotel Intercontinental
(courtesy of http://www.ichotelsgroup.com)

Rabu, Agustus 01, 2007

Siapa yang Lebih Banyak Omong?

Membaca komentar Menkominfo di detikinet terus terang mengejutkan. Menuduh penggiat Open Source sebagai lebih banyak Omong dari pada aksi dilapangan menunjukkan informasi-informasi yang diterima oleh Pak Menteri adalah informasi yang tidak akurat.

contohnya: di dunia Warnet, siapakah yang sudah menyuarakan dan mulai mensosialisasikan penggunaan Open Source jauh sebelum badai sweeping? Pemerintah?

Masih segar di ingatan saya sewaktu pertemuan Komunitas OSS dan Menristek di BPPT. Dengan jelas Menristek mengatakan bahwa aturan pemerintah menyebabkan pemerintah akan sulit memberikan dana bagi komunitas OSS dalam developing, kecuali melalui Universitas-Universitas Negeri. Di sini saya bisa mengerti karena alasannya adalah akuntabilitas. Jadi ketika Menkominfo mengatakan "komunitas tinggal bilang butuh berapa untuk mengembangkannya" terasa ironis. Bagaimana kalo mulai dari diri sendiri? Buka lelang terbuka untuk memigrasikan kominfo ke penggunaan OSS? Coba liat berapa yang akan ikutan.

Sekali lagi, mudah-mudahan pernyataan ini lebih karena tidak mendapatkan informasi yang akurat apa yang terjadi di lapangan.

Jumat, Juli 20, 2007

Warnet dalam Angka dan Statistik

Pada hari Kamis 12 Juli 2007 saya di minta mewakili Awari dalam acara Round Table Discussion di MGK Kemayoran. Setelah berkonsultasi dengan sesama Pengurus Awari, akhirnya saya memutuskan untuk membawakan presentasi mengenai angka dan statistik warnet Indonesia.

Melihat angka-angka di dalam presentasi ini mungkin terasa cukup bombastis, namun angka itu muncul tidak begitu saja, namun berdasarkan forecasting dari perkembangan dunia internet di Indonesia. Sebagian angka itu memang sulit didapatkan Pemerintah karena banyak pelaku bisnis internet di Indonesia yang tidak tercatat kegiatannya disebabkan sulitnya mereka masuk ke dalam tatanan industri.

Presentasi tersebut dapat di download di situs Awari dan tersedia dalam format .odp dan .pdf