Suatu impian jaman modern yang sulit diwujudkan :(
iklan test
Selasa, Juli 18, 2006
Rabu, Juni 14, 2006
Kesimpulan Nonton TV
1. Stasiun TV kebanyakan cuma saling menjiplak model acara, satu buka kontes, semua bikin kontes. satu bikin lenong, semua ngelenong. Satu bikin Sipengembang (lihat no. 3) Mistis semua bikin.... ya beginilah kalau sejak masih sekolah di biasakan nyontek keliatan kok di dunia kerja, hoi rumah produksi, saya tahu kalian itu industri tapi bukan berarti mutu dikesampingkan, sadar gak sih produksi kalian itu menghina akal sehat?
2. Acara yang benar-benar bagus bisa di hitung jari.
3. Sebagian besar Sinetron lebih cocok di sebut Sipengembang ( Sinema Penghancuran dan Pembodohan Bangsa) :p
4. Infotainment lebih baik ganti nama menjadi TerrorTainment. Maaf, sekolahnya dimana sih yang buat acara-acara itu? Bikin malu guru-guru kalian saja. Gak mutu, isinya cuma sensasi, cerai, pacaran, selingkuh, anak haram.
Setelah kesimpulan yang berisi sumpah serapah di atas, maka saya mengusulkan sesuatu yang serius:
1. Jangan biarkan anak anak kita menonton acara tv tanpa ditemani, biarpun acaranya jelas jelas buat anak-anak.
2. Lebih baik matikan TV dan suruh anak-anak itu pergi main daripada nonton.
3. Sudah waktunya kita punya Lembaga Rating yang lebih fokus pada mutu acara dan acara-acara TV yang buruk harus publikasikan ke masyarakat dan di sarankan untuk tidak ditonton dan menyarankan pemasang iklan tidak memasang iklan pada acara-acara dengan cap buruk tersebut sehingga acara tersebut akan mati dengan sendirinya. Hai KPI!!! Buat dong Rating acara buruk dan baik, daripada cuma menegur, mendingan buat rating bulanan dan publikasikan rating tersebut.
Senin, Mei 29, 2006
Warnet saya untung, balik modal atau merugi?
- Nilai Total Investasi
- Harga Jual
- Utilisasi warnet
Tabel perhitungan ini akan menghasilkan lamanya bulan balik modal sebagai hasil akhir.
Kita andaikan saja sebuah warnet 15 PC dengan Nilai Total Investasi Rp 220.000.000,- dan jangka waktu kontrak lokasi adalah 24 bulan ( 2 tahun ). Berapa lama kah jangka waktu balik modal warnet tersebut dengan harga jual Rp 4000/jam, Rp 5000/jam dan Rp 6000/jam? Tabelnya adalah sbb:
(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 4000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta
| Utilisasi (1) | PC Aktif (2) | Total Harian (3) | Bruto (4) | Netto (5) | Bulan BEP (6) |
| (1) * (A) | (A) * (D) * (2) | (3) * (E) | (4) - (C) | (F)/(5) | |
| 90% | 13,5 | 864.000 | 21.600.000 | 10.600.000 | 20,75 |
| 80% | 12 | 768.000 | 19.200.000 | 8.200.000 | 26,83 |
| 70% | 10,5 | 672.000 | 16.800.000 | 5.800.000 | 37,93 |
| 60% | 9 | 576.000 | 14.400.000 | 3.400.000 | 64,71 |
| 50% | 7,5 | 480.000 | 12.000.000 | 1.000.000 | 220 |
(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 5000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta
| Utilisasi (1) | PC Aktif (2) | Total Harian (3) | Bruto (4) | Netto (5) | Bulan BEP (6) |
| (1) * (A) | (A) * (D) * (2) | (3) * (E) | (4) - (C) | (F)/(5) | |
| 90% | 13,5 | 1.080.000 | 32..400.000 | 21.400.000 | 13,75 |
| 80% | 12 | 960.000 | 28.800.000 | 17.800.000 | 16,92 |
| 70% | 10,5 | 840.000 | 25.200.000 | 14.200.000 | 22 |
| 60% | 9 | 720.000 | 21.600.000 | 10.600.000 | 31,43 |
| 50% | 7,5 | 600.000 | 18.000.000 | 7.000.000 | 55 |
(A) Jumlah PC: 15
(B) Jam buka : 08.00 - 24:00 (16 jam )
(C) Biaya Operasional: Rp 11 juta / bulan
(D) Harga Jual: Rp 6000 / jam
(E) 1 bulan: 25 Hari Kerja
(F) Investasi: Rp 220 juta
| Utilisasi (1) | PC Aktif (2) | Total Harian (3) | Bruto (4) | Netto (5) | Bulan BEP (6) |
| (1) * (A) | (A) * (D) * (2) | (3) * (E) | (4) - (C) | (F)/(5) | |
| 90% | 13,5 | 1.296.000 | 27.000.000 | 16.000.000 | 10,28 |
| 80% | 12 | 1.152.000 | 32.000.000 | 13.000.000 | 12,36 |
| 70% | 10,5 | 1.008.000 | 21.800.000 | 10.000.000 | 15,49 |
| 60% | 9 | 864.000 | 18.000.000 | 7.000.000 | 20,75 |
| 50% | 7,5 | 720.000 | 15.000.000 | 4.000.000 | 31,43 |
Dari ketiga tabel di atas kita bisa liat hubungan langsung antara strategi penetapan harga jual, utilisasi dan bagaimana efeknya terhadap jangka waktu balik modal warnet anda. Silahkan anda masukkan variabel-variabel warnet anda di tabel tabel tersebut dan pelajari apakah strategi bisnis warnet anda sudah memenuhi syarat untuk disebut warnet yang meraih keuntungan, sekedar balik modal atau malah merugi.
Jumat, Mei 19, 2006
Kata Siapa Jualan harus Untung
Kamis, Mei 18, 2006
Legos = Legal Angkotssss
Rabu, Mei 17, 2006
Mengembangkan Warnet
1. Menambah jumlah warnet/ jaringan warnet
Selasa, Mei 16, 2006
Warung Internet di Tahun 2006
Bagaimana di tahun 2006 ini? Apakah kondisi warnet sudah lebih baik dari sebelumnya?
Persoalan Klasik
- Mahalnya harga bandwidth
- Kualitas Bandwidth
- Persaingan harga antar Warnet
- Kualitas SDM
Dan saat ini persoalan-persoalan itu bertambah, yaitu:
- Legalitas Perangkat Lunak versus Biaya Tinggi Perangkat Lunak
- Warnet Open Source masih menerima resistensi dari kalangan warnet sendiri walaupun sudah ada success story.
- Rendahnya perlindungan hukum terhadap warnet.
- Perampokan Warnet di Jabotabek.
Berita Baik
Peran Pemerintah
Senin, Mei 15, 2006
Makassar 1 minggu ini
- Mahasiswa makin aneh aja demonya ( jalan depan kampusnya di jadikan 1 arah juga di demo )
- PLN mematikan aliran listrik 4 jam setiap hari. Gila man, lagi nulis email lampu mati, lagi nonton bola lampu mati, semoga para pejabat PLN itu di gantung di lapangan karebosi!!!trima kasih PLN, anda baru saja membuat kota Makassar makin terpuruk.
- Panas, iya..AC gak nyala, minuman ga dingin, es cair x-(
- KTP 1 hari selesai :D dan di dinding Kantor Kecamatan di tulis dengan jelas tarif masing masing layanan. bagus bagus bagus..
- Cuma harus bayar PBB dulu baru di buatin :(
- Ada tempat buat anak anak main motor trail :) nanti aku posting fotonya :D
- Mall tetap rame
- Nyari CD software bajakan = mission impossible :) hehehe, Trims Pak Polisi, terusin dong situasi begini.
- ATM BRI gagal transaksi tapi kena tetap dihitung! Waduh! Tapi pas ke BRI ngurus, di layani dengan baik dan di janji 3 hari selesai :) pas iseng ngelirik daftar komplen atm, ternyata banyak juga :D
- Gepeng di perempatan jalan hilang, bukan karena di usir tapi karena arus lalu lintas diubah sehingga Traffic Light tidak diperlukan :)) apa harus kita ubah semua perempatan di kota ini?
Sabtu, Mei 06, 2006
1+1+1+1 = 12
Tapi mari kita coba memperluas wawasan berpikir kita dimana perhitungan tersebut di atas adalah benar dan ini adalah hubungannya dengan kekuatan kita sebagai warnet.
Mengapa warnet? Karena kita adalah perkumpulan para pengusaha warnet dan tulisan ini adalah untuk membahas kekuatan sebenarnya para pengusaha warnet. Banyak dari kita tidak sadar kekuatan kita sebenarnya. Kita sudah sangat terkungkung oleh pemikiran 1+1+1+1=4, kita tak sadar bahwa dalam dunia kita 1+1+1+1 adalah 12
Saya akan memberikan angka angka sederhana. Jumlah warnet di seluruh Indonesia berkisar di angka 3500. Jika setiap warnet tersebut kita andaikan menggunakan koneksi 64Kbps seharga Rp 3.000.000,- maka total nilai pembelanjaan warnet Indonesia dalam 1 bulan adalah = 3500 x Rp 3.000.000,- = Rp 10.500.000.000,- ( Sepuluh Miliar Lima Ratus Juta Rupiah ).
Sudahkah angka tersebut memberikan anda sebuah gambaran?
Saya akan memberikan sebuah perhitungan sederhana lainnya. Di Sebuah daerah terdapat 4 buah warnet. A.Net, B.Net, C.Net, D.Net. Si A menggunakan bandwidth 64 Kbps / Rp 3.500.000,-, si B juga menggunakan bandwidth yang sama ( 64 Kbps ). si C menggunakan bandwidth 128 Kbps / Rp 6.500.000,- kemudian si D menggunakan bandwidth 192 Kbps/ Rp 9.000.000,-.
Total penggunaan Bandwidth ke empat warnet tersebut adalah:
64 + 64 + 128 + 192 = 448 Kbps
Total nilai pembelanjaan bandwidth adalah:
Rp 3.000.000+Rp 3.000.000+Rp 6.500.000+Rp.9.000.000,- = Rp 21.500.000,-
Perhatikan bahwa dengan nilai total pembelanjaan bandwidth tersebut kita dapat mendapatkan bandwidth sebesar 2 Mbps menggunakan koneksi VSAT.Keempat warnet tersebut di atas karena berjalan sendiri sendiri maka total bandwidth yang bisa mereka gunakan adalah 448 Kbps. Tapi jika mereka
bersatu membeli bandwidth maka mereka bisa mendapatkan kapasitas sebesar 2Mbps, empat kali kapasitas yang mereka miliki sekarang. Ini lah yang saya analogikan dengan judul tulisan ini: 1+1+1+1= 12.
Langkah Awal untuk membangun kekuatan.
Jika kekuatan di atas sudah di sadari, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana mewujudkan kesadaran akan potensi kekuatan tersebut ke best practice?
Sebelum melangkah ke aksi, hendaknya di ingat terlebih dahulu bahwa yang warnet lakukan bukanlah pengurangan biaya namun meningkatkan pelayanan sehingga efek yang dihasilkan adalah: pelanggan warnet akan semakin setia dan calon pelanggan tidak ragu untuk menggunakan pelayanan yang disediakan oleh warnet.
Perhatikan angka-angka bandwidth di perhitungan di atas. Dari 448 Kbps ke 2 Mbps adalah peningkatan empat kali lipat kapasitas. Namun perlu kita perhatikan bahwa diluar penambahan kapasitas ada biaya untuk infrastruktur. Sehingga untuk lebih efisiennya maka sebaiknya kapasitas
yang di ambil cukup 1 Mbps dan sisa dana di alihkan untuk membiaya infrastruktur tambahan. Toh penambahan kapasitas tetap terjadi 100% dan biaya infrastruktur tidak menjadi beban tambahan.
Langkah berikut adalah bangunlah kekuatan tersebut dengan warnet di daerah anda. Kesadaran akan kekuatan memang membutuhkan kesabaran tapi bukan berarti tidak mungkin. Jangan berpikir untuk mengumpulkan semua warnet, tapi mulailah dengan siapa saja yang "sadar" dan setelah berjalan ajak
lagi yang lain sehingga jaringan kekuatan tersebut bisa saja berawal 4-5 warnet dan berakhir dengan 20 warnet di daerah anda sebelum bersatu dengan jaringan kekuatan lain.
Sebagai ilustrasi sederhana, katakanlah warnet-warnet seputaran depok mulai menggalang kekuatan, kemudian warnet warnet daerah lain di Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya juga mulai bergerak menyatukan jaringan kekuatan ini, maka dalam waktu singkat kekuatan tersebut akan menjadi
sebuah jaringan komunikasi data besar yang dapat di manfaatkan untuk menambah penghasilan warnet dengan mengundang pihak pihak ketiga untuk memanfaatkan jaringan yang telah tumbuh tersebut.
Penutup
Banyak manfaat yang dapat di dapatkan dari mempersatukan kekuatan kita, warnet. Sayang, dari bertahun tahun mengikuti komunitas warnet, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah: setiap orang jangan memaksakan kepentingannya tapi buatlah terlebih dahulu aturan aturan/prinsip dan
berjalanlah di prinsip tersebut. Prinsip tersebut haruslah prinsip yang bersih dan mencerminkan komitmen kita warnet dalam memajukan bangsa sehingga kita warnet dapat menempatkan usaha kita ke posisi yang terhormat jauh dari label sumber pornografi, cracking, terorisme, ilegal software
dan label-label lain yang negatip.
Awari dalam hal ini harus menjadi perekat dan berjuang dalam menetapkan aturan dan prinsip tersebut dalam setiap program yang akan di jalankan.
Jumat, April 21, 2006
Dari Warnet ke Warnet :D
Dari beberapa warnet yang saya kunjungi, ada beberapa catatan yang saya beberkan di tulisan ini. Yang jelas ada warnet yang bagus, cukup bagus, hingga yang mengecewakan.
Warnet yang pertama saya kunjungi lokasinya di Radio Dalam, koneksinya menggunakan wireless dan bagus (baca: cepat) komputer juga bagus. Waktu saya menanyakan apakah saya bisa menggunakan notebook, si operator mengatakan tidak bisa. Saya melihat kebingungan sepersekian detik :p tapi dengan pandai dia mengatakan “tidak bisa mas, gak ada kabel yg tersedia” dan saya kira itu lebih baik daripada operator warnet berikut yang saya datangi esok harinya di daerah Ciputat / UIN yang membiarkan saya menunggu selama 5 menit hanya untuk menunggu seorang teknisi yang cuma bisa cengengesan dan mengatakan “tidak bisa” dan si operator hanya sibuk dengan layar chattingnya. Owner warnet, anda semuanya harus menegur dengan keras operator anda yang cuma sibuk chatting pada saat jam kerja.
Di warnet yang ketiga, sang operator memberikan kesempatan bagi saya untuk mencolokkan kabel UTP ke port LAN di notebook tapi sayang sekali…, si operator mengira cukup dengan mencolokkan kabel ke notebook maka semua bisa jalan. padahal saya masih memerlukan informasi IP address, gateway dan DNS :( dan setelah melihat sang operator tidak bisa membantu sama sekali, saya menyerah dan membuka terminal lain dan pada saat itu saya sadar jika koneksi internet lagi putus!!!!
Dengan putus asa, akhirnya saya menuju warnet teman saya sendiri di daerah Kelapa Dua (Depok). Disana tentu saja saya bisa menyambung notebook dengan lancar tanpa halangan, si owner juga tau informasi apa yang saya perlukan untuk setting tcp/ip pada notebook ( sejujurnya tetap saja saya menganggap dia perlu memasang servis DHCP daripada repot ngurusin IP Address untuk 30 PC ) apakah problem saya selesai? Ternyata belum. Dari warnet teman saya tersebut, saya tidak mem”POP” email maupun mengakses email saya via web. Saya cek dengan admin ISP di Makassar tidak ada masalah dengan email server dan web server mereka ( Sorry Dani, saya ngerepotin jam 4 pagi :D ) saya harus nyari proxy anonymous dulu untuk bisa mengakses via web. 3 POP mail saya tetap tidak bisa di akses.
Hari ini, saya jalan2 di Blok M Plaza dan melihat sebuah warnet di Mall tersebut. Isinya penuh, saya harus menunggu sebentar untuk mendapatkan tempat dan ketika mengklik “start” pada billing. surprise!!! it’s a Linux :D menyenangkan :) dan aksesnya cepat, saya mengakses email, yahoo mail, gmail, chatting sebentar dengan teman-teman di Makassar. tarifnya Rp 4000/30 menit. Mahal? Dengan kecepatan seperti ini, saya tidak merasa mahal sebab saya bisa mengecek ke tiga web mail dengan cepat dan tidak perlu menunggu lama sehingga 30 menit itu benar-benar efisien. Ketika mencoba bertanya ke Operator mengenai distro yang di gunakan, dia berkata bahwa mereka menggunakan berbagai distro ( ubuntu, Lex dll ).
Untuk warnetters ( warnet owner’s), apa yang saya tulis ini adalah pendapat pribadi yang tentu saja berdasarkan kebutuhan saya mengenai akses internet. Apakah semua user seperti saya? Sudah tentu tidak. Tapi saya kira catatan mengenai sikap, pelayanan dan pengetahuan Operator sangat mempengaruhi kepuasan user. di warnet yang kedua saya sangat kecewa karena di biarkan menunggu oleh operator yang tidak bisa memalingkan muka sedetik pun dari monitor. di warnet yang ketiga, walaupun kecewa tapi usaha sang operator untuk melayani saya sebaik mungkin cukup mengobati rasa kecewa dan saya akhirnya menyalahkan koneksi yang putus :p
Minggu, April 16, 2006
Ketika Kebijakan Memakan Pembuat Kebijakan
Tapi catatan ini bukanlah mengenai hal itu. Dari perbincangan itu, saya menangkap kenyataan bahwa kebijaksanaan infrastruktur telekomunikasi data kita bukan hanya menyusahkan rakyat karena menghasilkan biaya yang (sangat) tinggi namun pada akhirnya memakan pihak pemerintah juga si pembuat kebijakan.
Mengapa saya katakan seperti itu? Begini, lembaga yang di kelola perwira tinggi tersebut ingin mengkoneksikan banyak titik penting yang perlu bagi kelancaran tugas lembaga tersebut. Tapi kelihatannya keinginan beliau terhalang oleh mahalnya biaya koneksi tersebut. Yang lebih menyedihkan adalah: ketika permintaan koneksi data tersebut adalah nyata untuk kepentingan negara dan isinya, tetap saja tidak ada solusi yang tersedia.
Mahalnya koneksi tersebut bahkan sudah sampai pada tahap yang membahayakan, karena yang terjadi adalah: Bahkan lembaga pemerintah pun akhirnya terbelenggu oleh mahalnya biaya komunikasi data, sehingga sebuah lembaga yang tugasnya (sangat) penting bagi negara ini harus “pontang panting” demi sebuah koneksi data.
Kebijaksanaan infrastruktur komunikasi data harus segera direvisi dan dipertimbangkan fungsinya bagi pencerdasan bangsa dan kepentingan negara lainnya. Menghambat komunikasi melalui biaya (sangat) mahal sama saja membiarkan bangsa ini tenggelam dalam keterbatasan informasi dan pada akhirnya menghalangi kemajuan dan kemampuan bangsa ini dalam menghadapi tantangan tantangan zaman dan masa depan demi sebuah angka keuntungan yang sebagian (besar?) malah jatuh ke pihak asing.
Jakarta, 14 April 2006
Jumat, Februari 24, 2006
My Ubuntu vs My Mandriva
Rabu, Februari 01, 2006
Radio Laboratory Handbook free downloads
Selasa, Januari 31, 2006
Jumat, Januari 27, 2006
Town Search Results for Makassar
- Name : Makassar (alias for Ujungpandang)
- Region : Sulawesi Selatan
- Latitude : -5.131
- Longitude : 119.413
- Elevation : 3 m
Senin, Januari 23, 2006
LTSP Series - Solusi Booting Harddisk
$ cat nama-image-rom.zdsk > /dev/fd0
- Koneksi Internet :)
- LTSP Server ( tentu saja )
- Thin Client dengan harddisk dan cd-drive
- Damn Small Linux (DSL) LiveCd
# sudo su
# dd if=/dev/zero of=/dev/hda bs=1M count=5
# mke2fs /dev/hda1
kemudian kaitkan partisi
# mkdir -p /mnt/hda1
# mount /dev/hda1 /mnt/hda1
# lspci
perintah tersebut di komputer saya menghasilkan tampilan berikut:
.....
00:1f.6 Modem: Intel Corporation 82801DB/DBL/DBM (ICH4/ICH4-L/ICH4-M) AC'97 Modem Controller (rev 03)
01:01.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL-8139/8139C/8139C+ (rev 10)
01:02.0 Ethernet controller: Linksys, A Division of Cisco Systems [AirConn] INPROCOMM IPN 2220 Wireless LAN Adapter (rev 01)
.....
perhatikan baris bertuliskan Ethernet controller, menunjukkan tipe NIC saya adalah RTL-8139 :) namun bagaimana memilih dari 14 jenis RTL-8139 yang ada? caranya dengan mencari PCI ID dari NIC tersebut. untuk mengetahuinya berikan perintah:
# lspci -n
perintah tersebut menghasilkan tampilan di bawah:
......
00:1f.6 Class 0703: 8086:24c6 (rev 03)
01:01.0 Class 0200: 10ec:8139 (rev 10)
01:02.0 Class 0200: 17fe:2220
.....
lba32
boot = /dev/hda
map = /mnt/hda1/.map
install = /mnt/hda1/boot-menu.b
image = /mnt/hda1/rom-image-yang-anda-download.zlilo
label=LTSP
# lilo -v -C /mnt/hda1/lilo.conf -s /mnt/hda1/backup
Setelah langkah ini silahkan restart untuk mencoba booting dari harddisk :)
diambil dari http://wiki.ltsp.org/twiki/bin/view/Ltsp/BootingFromHarddrive dan beberapa sumber lainnya termasuk pengalaman sendiri.
*) Komputer Tua = Sekelas Pentium I, II dan III. 486 juga bisa tapi terbentur pada keterbatasan perangkat seperti VGA Card.
Kamis, Januari 19, 2006
Saya tidak takut..
Rabu, Januari 18, 2006
Triple Boot Ubuntu, XP, 2003
Baca selanjutnya ...
Senin, Januari 16, 2006
Skala ekonomi, dicari atau ditunggu?
Alkisah ada dua buah pabrik sepatu, AdiNdas dan Roobek. Keduanya memiliki seorang salesman, si Fulan bekerja di AdiNdas dan si Falun di Roobek. Kedua pabrik ini bersaing dalam segala hal, termasuk ketika keduanya berusaha memperlebar usahanya. Dalam suasana persaingan itulah kedua pabrik ini mengutus keduanya ke negara dunia ketiga, Papini. Maka berangkatlah kedua salesman tersebut kenegara Papini. Setibanya disana, keduanya di hadapkan pada kenyataan. Ternyata negara Papini adalah sebuah negara yang sangat tertinggal dalam segala hal, bahkan penduduk negara tersebut kecuali pejabat negara, tidak menggunakan alas kaki.
20 tahun kemudian sejak kedatangan kedua salesman tersebut, kedua pabrik tersebut masih dalam suasana bersaing, namun pada saat itu sudah ketahuan siapa yang lebih unggul, yaitu Roobek. Mengapa hal ini terjadi?
Rupanya hal tersebut diakibatkan hal yang sederhana namun berakibat besar di kemudian hari. Si Fulan, sang Salesman dari Adindas ketika pulang dari Papini berkata ke Pihak Manajemen: “Percuma kita jualan di Papini, selain miskin. Mayoritas penduduk tidak menggunakan sepatu, buat apa kita jauh-jauh datang kesana hanya untuk jualan sepatu kita ke segelintir Pejabat Papini? Sudah ongkos kirim kesana mahal, tidak ada transportasi etc..etc..etc.” Bagaimana dengan si Falun? Kebalikan dengan si Fulan, dia melaporkan ke Manajemen bahwa di Papini mereka punya pasar yang luas, terbuka dan BELUM ada yang garap. Kita perlu bekerja keras, tapi dengan optimisme, kita akan bisa menguasai pasar disana” dan sekian tahun sejak kedatangan si Falun, Roobek telah membangun pabrik di Papini dengan konsesi yang besar dari Pemerintahan setempat karena mereka telah memberikan manfaat dalam memberikan tenaga kerja bagi negara tersebut, selain itu, murahnya ongkos produksi membuat produk Roobek menguasai pasar di negara lain.
Cara kita menghadapi sebuah kondisi sangat berpengaruh terhadap masa depan.
Kembali ke pembangunan internet Indonesia, prinsip yang samalah yang harus kita kembangkan. Sayang sekali, di negara ini bukannya si Falun mendapatkan penghargaan dengan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan penetrasi internet, malah kita asik membuat si Falun menderita. Ketika rakyat negara tetangga kita telah menikmati koneksi tak terbatas dari internet bandwidth lebar seharga Rp 150.000/bln, kita cuma bisa mengelus dada dengan membayar minimal Rp 300.000/bln dan dibatasi cuma bisa maksimal 750MB dan jika lebih silahkan merogoh kocek lebih dalam. Beberapa orang yang saya kenal malah mengeluarkan biaya lebih dari 1 juta/bln untuk membiayai akses internet mereka.
Apa yang membuat tetangga-tetangga kita bisa menikmati hal tersebut? Apakah skala ekonomi mereka lebih besar dari kita? Apakah negara mereka sudah menjadi pusat internet atau lebih dekat ke Amerika sang pusat internet? Dari sisi skala ekonomi tidak mungkin mereka melebihi kita dan mereka juga jauh dari Amerika. Tapi yang Mereka miliki adalah: Pemerintah yang mau memberikan kemajuan untuk rakyatnya. Pemerintah yang sadar bahwa untuk bersaing di dunia saat ini rakyat yang pintarlah jawabnya. Bukan rakyat yang bisa di bodoh-bodohi terus menerus.
Kita cuma punya satu cerita sukses yang terus menerus diulang ulang sehingga terasa lebih sebagai propaganda, negara pertama yang memiliki satelit di Asia. Setelah itu? Maaf, cuma kisah suram. Kisah bagaimana susahnya mengakses telekomunikasi yang bagus dan terjangkau, kisah bagaimana orang orang yang memanfaatkan teknologi untuk memurahkan akses malah di sebut pencuri pulsa,, semrawutnya KSO, kisah bagaimana komunitas harus berjuang untuk mendapatkan frekuensi yang bebas digunakan.
Ironis sekali.
Sabtu, Januari 07, 2006
Mandriva ISO CD tips
Tips ini digunakan pada cd image/iso file dengan memanfaatkan perintah mount. Awalnya karena saya suka menginstall dengan "newbie mode" alias tidak melakukan kustomisasi di awal installasi, jadi terserah distro saja. Nanti setelah selesai baru mulai saya mulai install sana install sini, un-install sana un-install sini :)).
Satu kali saya lupa cd installasi di rumah.
Untung saya ingat, kalau iso-nya installer di HardDisk belum di hapus. Jadinya saya lakukan adalah:
[root@sphinx irwin]# mount -o loop [..path]Mandriva-Linux-Free-2006-CD1.i586.iso /home/mdk2006/cd1/
[root@sphinx irwin]# mount -o loop [path]Mandriva-Linux-Free-2006-CD2.i586.iso /home/mdk2006/cd2/
[root@sphinx irwin]# mount -o loop [path]Mandriva-Linux-Free-2006-CD3.i586.iso /home/mdk2006/cd3/
kemudian jalankan software media manager, dan masukkan lah mounting path di atas ( /home/mdk2006/cd1 s/d cd3) ke daftar kustom source dan pilih local path. Jangan lupa non-aktifkan media source cd rom.
akan ada error ketika memasukkan kustom source tapi abaikan saja.
Pengembangan lebih lanjut, bisa saja path di atas kita masukkan ke konfigurasi ftp/http server sehingga kita bisa melakukan instalasi mandriva via lokal ftp/http.

