iklan test

Senin, Juli 02, 2007

Oleh-oleh dari Bali :)

Melihat sisi lain dari sebuah daerah wisata yang saat ini ( menurut saya yang pernah tinggal 2,5 tahun disana ) = sepi.  Enjoy...









 


Kamis, Mei 10, 2007

Ini Plagiat bukan?

Dari sebuah posting di milis Blogger Makassar:
dear rekan
saya baru menemukan bahwa tulisan saya di blog ttg Henry Dunant, http://noertika.wordpress.com/2007/05/08/henry-dunant-dan-sensitifitas-kita/ dimuat di kabar indonesia ( http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&dn=20070509054347)
dan diakui sebagai tulisan Sdr xxx
ini merupakan bentuk plagiat dan pelanggaran hak cipta?


Bagaimana menilainya? baca sendirilah kedua link di atas, perhatikan waktunya dan nilai sendiri.

Rabu, April 25, 2007

Perguruan Tinggi yang Sadis dan Brutal

Tulisan berikut saya sadur dari mailing list Blogger Makassar, sedih juga bacanya, bukan cuma IPDN yang harus di perbaiki :(

PERGURUAN TINGGI YANG SADIS DAN BRUTAL
Tadi pagi Selasa 24 April 2007, Prof Mappadjantji dosen FMIPPA Universitas Hasanuddin yang sedang dirawat di ICCU RSU Wahidin Makassar karena serangan jantung, menjalankan kewajiban sebagai anak yang harus melayat mertuanya Prof. Syamsi Lili yang jenasahnya disemayamkan di Jl Kartini. Prof MA izin keluar ICCU dilengkapi dengan botol infus dan diantar oleh seorang suster.

Dalam perjalanan kembali ke RSU Wahidin sepulang melayat, kendaraan mereka yang melintas di jalan Urip Sumoharjo dilarang lewat oleh mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sedang demo. Walaupun Prof MA sudah memperlihatkan kondisinya yang darurat lengkap dengan selang infus dan seorang suster yang mendampingi, mereka tetap tidak diizinkan lewat.

Putri Prof MA, Vita yang menyetir kendaraan mengikuti keinginan mahasiswa untuk masuk ke jalur angkutan kota pete-pete. Di mulut pintu keluar, jalan mereka ditutup dan diwajibkan memutar haluan kembali ke kota. Melihat kondisi tersebut, putra Prof MA, Bayu memindahkan kayu penghalang agar bisa lewat karena ayahnya harus sesegera mungkin masuk ICCU kembali. Bayu kemudian dikeroyok hingga babak belur oleh mahasiswa UMI, bahkan ketika sudah masuk ke mobil, Bayu ditarik kakinya dipaksa turun untuk dihajar lagi. Melihat putranya babak belur, Prof MA melupakan kondisinya penyakitnya, dan bergegas menolong anaknya dengan melawan para mahasiswa yang brutal ini. Para mahasiswa tidak lagi mempedulikan bahwa Prof MA adalah pasien emergency, beramai-ramai menyerang termasuk menarik
kacamata yang dipakai. Mahasiswa UMI berhenti menyerang ketika Prof MA berhasil menangkap salah satu pimpinan mahasiswa.

Kejadian yang dialami Prof MA adalah satu dari sekian banyak kejadian yang dialami pasien-pasien dengan ambulans yang membutuhkan pertolongan darurat menuju RSU Wahidin diantara jadwal demo UMI yang tiada henti. Begitu banyaknya, sehingga membuat kita bosan untuk membicarakan perilaku yang sangat tidak manusiawi ini. Inikah perguruan tinggi yang menyebut dirinya Muslim, yang tidak punya kepedulian terhadap orang yang sakit parah. Tidak pernah ada perhatian apalagi rasa bersalah atau menyesal dari institusi mereka, bahkan dari polisi yang selalu ketakutan tidak berani membela kepentingan orang yang nyawanya berkejaran dengan waktu.-

wass,
Triyatni

Kamis, April 19, 2007

Komunitas Blogger Makassar

Salah satu yang saya rindukan sejak kembali ke Jakarta adalah berkumpul bersama sama teman-teman dari Makassar, baik itu teman-teman dari jaman SMP, SMA maupun jaman Kuliah. Namun kadang kesempatan untuk itu sangat jarang dan susah sekali mengatur waktu dengan teman-teman yang lain. Kadang aneh juga, walau sebagian besar teman-teman seangkatan SMP dan SMA ada di Jakarta juga untuk sesuap nasi segenggam berlian, yang namanya berkumpul adalah sesuatu yang sangat mewah.

Tapi sejak beberapa bulan lalu saya agak terobati, ini berkat komunitas blogger makassar yang ternyata sangat aktif baik di milis maupun "arisan" via fasilitas conference Yahoo Messenger. Isi milisnya sangat campur sari alias segala macam ada, namun belum sampai pada taraf "You Junk, I Junk" seperti di milis sebelah :D

Terus terang saya merasa terhibur dengan komunitas ini, selain bahasa yang sangat familier, candaan yang kadang cuma dimengerti oleh mereka yang berasal dari Makassar bisa saya dapatkan di komunitas ini. Apalagi melihat kegiatan mereka yang positif. Mudah-mudahan komunitas ini bisa bertahan lama dan memberikan sumbangan yang bermutu bagi komunitas blogger di Indonesia.

Bravo Blogger Makassar!!

Kamis, April 12, 2007

Cukup sudah untuk Speedy

Saya pernah menulis kekecewaan menggunakan layanan Telkom Speedy. Bagaimana kekecewaan saya sewaktu tidak bisa menggunakan internet selama 2,5 hari. Namun rupanya kejadian tersebut bukan yang terakhir. Kali ini Jasa Internet Speedy sudah tidak berjalan selama 7 hari.

Cukup sudah, kami memutuskan untuk tidak lagi menggunakan layanan Speedy. Walaupun menurut bagian keuangan tagihannya menurun, tapi kalau model pelayanan seperti ini sama sekali tidak memuaskan. Selama 7 hari kami berusaha meminta pelayanan melalui 147, kontak langsung dengan personal speedy, ganti splitter, bahkan ganti modem (sesuai saran mereka) toh tidak ada saran mereka yang benar dan sampai hari ini Janji pihak Speedy untuk menghubungi kami juga tidak terealisasi.

Hari ini saya sudah menggunakan provider lain. Kecepatan akses kurang lebih sama, harga di atas Speedy ( sedikit sekali bedanya ). Mudah-mudahan kali ini kami tidak salah pilih lagi.

Senin, April 09, 2007

Sakit 2 Minggu

Selama dua minggu terakhir ini saya gak kemana-kemana. Tidak ke kantor, tidak juga liburan :( tapi tinggal di rumah karena terkena Cacar Air :(

Begitu ngantor lagi hari Senin ini.. koneksi internet terputus sejak kamis minggu lalu. Aduh...padahal sudah sakaw bandwidth. Waktu sakit terputus sama sekali dari internet.
Berita bagusnya, karena banyak waktu kosong selama 2 minggu akhirnya outputnya adalah tulisan tulisan untuk bahan buku panduan warnet :)

Jumat, Maret 16, 2007

Pemisahan Topik di Blog

Setelah lama berpikir-pikir, akhirnya saya memutuskan untuk memisahkan isi blog di blogspot.com dan blog di wordpress.com. Ini juga terinspirasi oleh saran dari Budi Putra mengenai perlunya sebuah blog untuk mengkhususkan diri :) Adapun keputusannya: blog di blogspot akan berisi hal hal yang umum ( lho, gak khusus dong :D ) sedang blog di wordpress.com topiknya akan saya khususkan untuk isu, opini, artikel warnet, internet dan FOSS.

Semoga dengan pemisahan topik ini yang mengakses blog juga lebih tahu harus ke (blog) mana jika hendak mencari sebuah topik yang telah saya tuliskan sebelumnya.

Rabu, Maret 14, 2007

Undangan Certified Ethical Hacker

Sebuah email masuk ke mailbox gmail, ajakan mengikuti sebuah course untuk mendapatkan sertifikat ethical hackers. Karena ingin tahu lebih jauh, saya mengklik sebuah tautan yang menuju situs perusahaan tersebut. Hasilnya seperti dibawah:


Ah mungkin saya salah... coba klik tautan lain di email yang sama, dan hasilnya:

Wah... jadi ragu mau ikutan :(

Kamis, Maret 08, 2007

Setor tabungan di BCA dikenakan biaya

Kemarin (7 Maret 2007) sewaktu menghadiri deklarasi KSTI di menara batavia saya menyempatkan diri untuk melakukan penyetoran pada Cabang BCA di menara batavia. Selama ini saya melakukan setoran tabungan di BCa cabang Wisma Nusantara.

Pada saat menyetor saya benar-benar kaget karena diminta untuk membayar biaya setoran.
Saya memberitahu kasir bahwa ini rekening saya sendiri dan di cabang BCA wisma nusantara saya tidak pernah di minta membayar biaya setoran, paling diminta untuk memberikan foto kopi KTP. namun sang kasir tetap memaksa dengan beralasan tiap cabang punya kebijakan tersendiri (what a good policy BCA).

Saya katakan pada kasir, ini bukan masalah biayanya (Rp 5000) tapi terus terang seumur hidup saya baru kali ini saya menyetor ke tabungan saya sendiri harus membayar!!!! Dan saya juga bukan cuma menyetor di BCA tapi di Bank lain juga dan saya tidak pernah diharuskan membayar :(

Kalau ada diantara anda pegawai BCA tolong beri saya penjelasan yang logis kenapa saya harus membayar untuk menabung di BCA.

Pertemuan Awari - Menkominfo

Bisa dibaca disini :)

Jumat, Maret 02, 2007

Kisah lain dibalik Munas I AWARI (dalam gambar)





Kebakaran di Hotel Nikko



Lagi asik chatting sama miw miw tiba-tiba terdengar pengumuman kalau di hotel Nikko kebakaran. Jadinya kami yang berkantor di Wisma Nusantara harus siap sedia evakuasi. Saya langsung ke ruang sebelah ngeliat lewat jendela, memang terlihat asap dari lantai 2 hotel Nikko. Warna asap putih dan berbau karet terbakar. Yap, baunya udah masuk ke gedung sebelah. Sayang, saya lupa membawa kamera karena lagi siap siap untuk pergi jumatan.

Kebakarannya sendiri tidak terlalu serius ( alias kebakaran kecil ) namun para tenant tetap diminta untuk evakuasi. Alhamdulillah masih bisa pake lift :) doh ga kebayang turun tangga 19 lantai pas lagi laper-lapernya.

Sempat foto foto sedikit, waktu di gedung parkir untuk Jumatan.



Selasa, Februari 27, 2007

Kisah lain dibalik Munas I AWARI

Dari acara Munas I Awari di Bandung kemarin ada beberapa cerita yang sayang untuk dilewatkan, misalnya tentang berkumpulnya “tetua” awari seperti Didin Pataka, Opa Michael dan Kang Zilmi, yang terakhir disebut malah kaget tidak menyangka Awari lagi munas :) maupun cerita pertukaran informasi “rahasia” antara Opa dan Zilmi mengenai proyek yang mereka garap.

Didin Pataka sendiri punya komentar singkat selesai memimpin sidang hari pertama: “Tau lancar begini dari dulu kita Munas” :)) .

Hal yang menarik lainnya sewaktu saya meminta peserta untuk memperkenalkan dirinya dan warnetnya, tanpa saya duga mereka berkata seperti ini:

“Perkenalkan nama saya Fulan dari kota X, warnet saya PC-nya sekian, pake OS Win, legal!”
"Nama saya fulan, warnet saya 5 pake linux, 5 pake windows, legal!”
“Nama saya XXX, warnet saya 12 PC, masih bajakan semua”
“Saya xxx, warnet saya 100 pc, 60% sudah legal, sisanya lagi di usahakan”

hahahahaha…. keterbukaan yang baik.
Tapi yang berita baiknya adalah secara kasar saja saya menghitung 85% yang hadir sudah legal. Sisanya sedang dalam proses legal. Jadi komunitas warnet adalah komunitas industri dengan legalitas terbaik dan semestinya mendapatkan penghargaan atas usaha menjadi legal ini, bukan malah di tunjuk sebagai biang.

Satu catatan yang penting, demokrasi sangat terasa di munas awari ini. Semuanya selalu diserahkan ke peserta untuk ikut menentukan, selalu ditawarkan untuk memberi masukan, usulan, sanggahan dan lain lain sebelum diputuskan, tidak ada kejadian setelah ketuk palu kemudian ada yang teriak interupsi :) dan sempat juga terjadi voting terbuka untuk memutuskan beberapa hal. Yah, ternyata komunitas warnet pun lebih dewasa dari DPR :p

Senin, Februari 26, 2007

Munas AWARI di Bandung



Munas itu akhirnya terlaksana, setelah cukup lama dipersiapkan dan ditunggu tunggu oleh komunitas warnet. Selama dua hari melakukan Munas di Bandung (24-25 Feb 07) , kesan santai dan suasana yang bersahabat antara sesama peserta sangat terasa. Yang menarik, ternyata selain meresmikan pendirian organisasi secara badan hukum, acara ini juga menjadi tempat bertemunya pendiri-pendiri AWARI seperti Opa Michael, Didin Pataka dan Kang Zilmi. Mami Judith (aka. Bunjems) muncul melalui conference call sehubungan dengan kondisi kesehatan beliau yang tidak mengijinkan untuk ikutan munas.

Diluar hasil hasil Munas, perlu dicatat adalah kerja keras panitia pelaksana yang bekerja dengan baik dalam mempersiapkan acara dan melayani para peserta Munas. Bravo untuk panitia!. Apalagi jika mengingat keterbatasan dana sebab hampir saja acara dilaksanakan dengan swadaya, namun di menit menit terakhir ternyata sponsorship, donatur dan support datang ke acara ini.

Saya tidak tertarik untuk menuliskan hasil hasil munas di blog ini, sebab hasilnya akan dimuat secara resmi di situs awari yang kemungkin besar telat di muat sehubungan dengan panitia yang saat ini lagi kecapekan sehingga perlu extend kamar hotel 1 hari untuk istirahat :))

Jumat, Februari 23, 2007

Munas AWARI I

Asosiasi Warnet Indonesia mengadakan Musyawarah Nasional I pada:

  • Hari: Sabtu - Minggu
  • Tanggal: 24-25 Februari 2007
  • Tempat: Hotel PERMATA Bidakara Bandung, Jl. Lemahneundeut No. 7 Setrasari, Bandung
  • Thema: Dari Warnet untuk Warnet, Demi Kemajuan Bersama

Semua informasi mengenai Munas AWARI 1 ini dapat di lihat di : http://awari.or.id

Rabu, Februari 21, 2007

Akhirnya...Koneksi itu Jalan kembali

Akhirnya episode Telkom Speedy putus itu berakhir jam 12:30 hari ini ( 21 Feb 2007 ) tepat 2,5 hari. Alasannya sangat sederhana, sang teknisi mengaku baru memasukkan password yang saya minta ke sistem. Untuk meng update password butuh 2,5 hari ... sigh..

Selasa, Februari 20, 2007

Telkom, perbaiki kinerja Speedy mu!

Yang terhormat PT. Telkom,

Kantor kami adalah pelanggan Telkom Speedy, sejak Senin 20 Februari 2007 pagi koneksi Internet via ADSL Speedy kami putus. Kami telah melaporkan hal tersebut ke 147, walaupun dengan susah payah kami menunggu untuk berbicara kepada customer care yang tidak memberikan apa apa selain janji akan di tindak lanjuti.

Sampai saat saya menulis blog ini, saya telah menghubungi 147 selama 4 kali dan setiap kali menghubungi saya harus menunggu paling tidak 5 menit untuk berbicara dengan customer care anda. Dan hasilnya adalah sampai sekarang pun ( Selasa 20 Februari jam 21:19) koneksi Speedy kantor kami masih terputus.

Jika ada di antara anda dari PT. Telkom yang terhormat membaca komplain ini, no. tiket pengaduan speedy saya adalah: s.0219.0865. Dengan segala kerendahan hati, saya mengusulkan supaya PT. Telkom untuk meningkatkan kinerjanya melayani pelanggan anda, kinerja pelayanan Speedy anda benar-benar memalukan karena PT. Telkom mengaku sebagai Word Class Operator tapi kenyataannya ISP Lokal dari kampung saya di Makassar sana masih lebih sigap dalam menanggapi protes dari pelanggan.

Saya tidak tahu harus mengadu kemana lagi, agar koneksi internet kami cepat berjalan dengan normal lagi.

Selasa, Februari 13, 2007

Open source sulit jadi industri besar

Masih mengenai berita di Bisnis Indonesia, berita berjudul Open source sulit jadi industri besar lagi lagi menunjukkan bagaimana jeleknya menggunakan kalimat gratis dalam kampanye penggunaan Free Open Source Software.

Hal yang sama ketika seorang kawan berkata kepada saya jika orang orang Open Source datang ke Pemerintah dan meminta nilai yang sama jika menggunakan perangkat lunak Microsoft dimana kelebihannya? Maka saya katakan kepada kawan tersebut: saya merasa sama bahkan lebih baik dalam menyediakan solusi berbasis Open Source dibanding berbasis Microsoft kenapa saya harus lebih murah?

Jadi, sekali lagi: berhentilah menggunakan kata kata gratis, karena dasarnya memang tidak ada yang gratis kok :)

Warnet yang izinkan konten porno terancam pidana

Hari ini ( Selasa 13 Februari 2007 ) harian Bisnis Indonesia menuliskan sebuah berita mengenai warnet dengan judul Warnet yang izinkan konten porno terancam pidana . Isi berita adalah mengenai rancangan peraturan Menteri Kominfo mengenai denda yang akan diterapkan pada penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. Pada peraturan tersebut wartel dan warnet juga terancam sanksi denda yang akan diterapkan tidak lama lagi.

Soal menghalangi akses ke konten judi online maupun pornografi saya pribadi sangat mendukung aturan ini. Tetapi dalam prakteknya nanti perlu dicermati baik baik. Karena secara teknis menempatkan tanggung jawab filter pada warnet apakah sebuah aturan yang bijak? Jika ingin jujur, tidak semua warnet memiliki sumber daya manusia dan finansial untuk membuat filter bagi kedua konten terlarang tersebut.

Apalagi jika aturan ini dilapangan dijadikan ATM baru bagi aparat. Sudah bukan rahasia lagi jika sweeping warnet atas dasar UU HAKI di lapangan banyak menjadi sumber pemerasan bagi warnet warnet. Jika ditambah dengan aturan ini maka Pemerintah ( dalam hal ini Kementrian Kominfo ) sebaiknya menempatkan tanggung jawab tersebut pada sisi Penyedia Jasa Internet. Alasannya : PJI memiliki kemampuan lebih baik dalam hal kemampuan sumber daya manusia maupun kemampuan finansial untuk melakukan filter terhadap konten judi dan pornografi.

Alasan lain adalah: konten pornografi berkembang secara luar biasa di internet, filter secanggih apa pun saat ini tidak mampu secara penuh menghalangi akses ke konten tersebut. Akses ke konten porno ini bahkan dapat dinikmati melalui situs situs terkenal seperti google, yahoo, youtube, bahkan situs jaring sosial seperti friendster dan hi5 tidak lolos dari konten pornografi. Juga Situs blog gratis seperti blogspot digunakan juga oleh sebagian orang sebagai tempat menyimpan konten pornografi. Apakah semua situs itu akan kita filter?

Bagaimana jika sebuah warnet memasang filter dan ternyata konten tersebut tetap lolos? Adilkah jika sebuah warnet di denda karena sebuah konten yang tumbuh hingga ratusan ribu situs baru tiap harinya lolos dari filter dan di akses secara tidak sengaja oleh seorang user?

Jika sebuah warnet terbukti memakai konten pornografi sebagai faktor untuk menarik pelanggan misalnya dengan menyediakan file server berisi konten pornografi maka sudah sewajarnya warnet tersebut di hukum TAPI apakah adil karena satu atau dua warnet melakukan hal tersebut maka semua warnet di Indonesia harus dibebani membuat sebuah sistem untuk memfilter konten?

Filter Pornografi dan Judi itu harus berada pada sisi Penyelenggara Jasa Internet, bahkan seharusnya jika konten terlarang tersebut bisa di akses di warnet maka yang seharusnya dilakukan adalah: Pemilik warnet semestinya menuntut ke PJI mengapa konten tersebut bisa sampai tersalur ke warnet yang bersangkutan.

Konten pornografi sendiri bukanlah konten yang disukai oleh warnet sebab konten ini cenderung menghabiskan jatah bandwidth yang terbatas. Naif sekali selalu menghubungkan pornografi di internet dengan warnet, ini adalah sebuah stigma yang tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh media, kenyataannya pornografi lebih mudah tersebar melalui Ponsel, lapak DVD pinggir jalan dan pertokoan di Glodok daripada melalui warnet. Buat apa susah susah mencari pornografi di warnet jika dengan biaya yang lebih sedikit bisa membeli banyak DVD porno?